Gereja Santa Maria Desa Nanga Kiungkang di Resmikan

0
1312
Pemotongan Ompong Oleh Wakil Bupati Sekadau
Pemotongan Ompong Oleh Wakil Bupati Sekadau

LINTASKAPUAS.COM- SEKADAU, Dengan semangat kekeluargaan serta kerinduan akan sebuah bangunan gereja akhirnya pada tanggal 22 mei 2016, gereja yang berukuran 7 x 18 meter itu di resmikan langsung oleh Wakil Bupati Sekadau. Gereja santa maria merupakan gereja yang pertama diresmikan ditahun 2016.

Ketua panitia peresmian gereja Chrispinus Sarif mengatakan bahwa peletakan tiang pertama gereja dilaksanakan bulan januari 2015, dengan semangat gotong royong masyarakat kiungkang akhirnya pada hari ini ( 22 mei 2016 ) di resmikan.

Untuk di ketahui bahwa umat katolik di dusun kiungkang tersebut hanya berjumlah 22 KK tetapi dengan jumlah kepala keluarga akhirnya bangunan gereja dapat berdiri walaupun dengan proses yang cukup lama.

Panitia mengucapkan terima kasih kepada semua donator yang telah menyumbangkan baik material atau dana. Terutama kepada pemda yang menyumbang sebesar 80jt dan keuskupan sanggau sebesar 20jt.

Sebelum memiliki bangunan gereja yang menghabiskan dana kurang lebih 159 jt tersebut, umat katolik di kiungkang mengadakan misa hari minggu di rumah penduduk secara bergantian atau pergi kegereja terdekat dari kampung. Dengan telah berdirinya banguan gereja ini di harapkan umat katolik lebih aktif mengikuti ibadah.

Kedatangan Wakil Bupati Sekadau beserta Uskup sanggau di sambut dengan prosesi adat.

Wakil Bupati diberi kesempatan untuk membuka plang nama gereja, dan Ibu Wakil Bupati mendapat kesempatan untuk mengunting pita pintu gereja sebelum Uskup menyerahkan kunci gereja kepada pemimpin umat stasi kiungkang.

Dalam sambutan Wakil Bupati mengucapkan selamat kepada masyarakat kiungkang karena telah membangun gereja. Aloysius mengatakan banguan fisik bukan yang utama tetapi mental dan hati yang harus kita kuatkan dalam menghayati ajaran keprcayaan.

Tak lupa juga Wakil Bupati berpesan kepada masyarakat yang hadir untuk tetap bersatu walau berbeda keyakinan dalam membanguan Sekadau. Serta lebih meningkatkan kualitas dalam iman dan kehidupann sehari-hari karena sekarang tak dipungiri kita menghadapi krisis ekomoni, krisis budaya bahkan krisis iman yang dapat merusak moral masyarakat.(Hermanto)