Ketua DPR-RI, Terpesona dengan Kain Tenun Ikat Sintang

0
266
Wakil Bupati Sintang, Melkianus, dampingi Ketua DPRD RI saat melakukan peninjauan proses penenunan kain tenun ikat dayak(Foto – IDR

LINTASKAPUAS | SINTANG – “Kain tenun ikat Dayak ini sangat cantik dan hasilnya juga sangat bagus sekali” sepenggal ungkapan yang disampaikan oleh Ketua Dewan Perwakilan Rakyat – Republik Indonesia (DPR-RI) Puan Maharani saat menggelar kunjungan kerjanya ke Rumah Betang Ensaid panjang Kelam permai kabupaten Sintang, Minggu(19/3/2023)

Puan Maharani menggelar kunjungannya ke Rumah Betang ensaid panjang didampingi langsung Bupati dan wakil Bupati Sintang, Jarot Winarno -Melkianus serta Ketua Komisi V DPR-RI, Lasarus, Bupati Kapuas Hulu, serta sejumlah Pimpinan Forkompinda Kabupaten Sintang.

Puan Maharani menyampaikan bahwa Tenun ikat Sintang merupakan salah satu warisan budaya yang tidak dimiliki daerah lainnya oleh sebab itu, ia meminta agar terus dijaga dan dilestarikan. ” warisan budaya ini merupakan aset daerah oleh sebab itu mari terus Jaga dan lestarikan, ” ucap Puan.

Dalam kesempatan tersebut Puan juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada masyarakat ensaid panjang karena telah menyambutnya dengan sangat antusias.

“Saya sangat senang dan bahagia sekali stelah sampai ditempat ini, ternyata perjalanan kesini cukup jauh, sampai sempat melamun karena perjalanannya sungguh jauh. tapi setelah sampai dirumah ini saya senang dan bahagia sekali karena dengan sabar menunggu saya disini, “ucap Puan.

Puan Maharani saat berdialog dengan masyarakat adat setempat, berjanji akan memperjuangkan pembangunan rumah Betang ensaid panjang baru dengan tidak merubah bentuk dan corak.

“Bapak Bupati Sintang menyampaikan bahwa rumah Ensaid panjang merupakan cagar budaya yang dimiliki kabupaten Sintang. oleh sebab itu meski dengan bangunan baru, namun tidak akan merubah bentuk. kalau saya lihat yang perlu diperbaiki saat ini adalah penyangga bagian bahwa dan bagian atas, ” jelasnya. untuk sementara kita renovasi terlebih dahulu bangunan yang ada sambil menunggu proses pembangunan yang baru lahir, “ujarnya.

 

ia juga berharap dengan dibangunnya rumah Betang ensaid yang baru diharapkan ibu tetap melakukan aktivitas menenun kain tenun seperti yang pakainya saat ini.

“Kainnya cantik. Sehingga saya minta terus dilakukan. Hasilkan tenun yang bagus lagi. Inilah salah satu warisan budaya yang ada di Kabupaten Sintang dan Kalimantan Barat. Ini pertemuan kita yang pertama kali. Tetapi saya janji, Insya Allah ke depan, saya akan datang lagi kesini ke rumah Betang Ensaid Panjang yang baru”terang Puan Maharani.

“saya sudah bicara dengan tim dari Kementerian, namun semuanya perlu waktu, tidak bisa tiba-tiba dikerjakan. Namun, Insya Allah, awal tahun depan, rumah betang yang baru akan mulai dibangun. Nanti bangunan barunya, mirip seperti ini, panjangnya 106 meter, juga saya minta sama dan bentuk yang sama, namun dengan suasana yang diperbaharui” terang Puan Maharani(*)