Korban DBD Meninggal Terus Bertambah

0
976
Cara Menyembuhkan  Penyakit demam berdarah
Cara Menyembuhkan Penyakit demam berdarah

LINTASKAPUAS.COM-SINTANG, Sepertinya usaha penanggulangan penyebaran wabah Demam Berdarah Dengue (DBD)  oleh Dinas Kesehatan Sintang tiada arti, pasalnya hingga saat ini korban meninggal terus bertambah dan rata-rata yang menjadi korbannya adalah anak-anak.

Terakhir, korban meninggal dunia akibat wabah DBD tersebut menimpa seorang bocah yang masih duduk di bangku sekolah Dasar  (SD),  kelurahan Tanjung Puri Minggu (14/9). Masyarakat kembali diminta berulang kali  turut melakukan pencegahan.

Terkait dengan peningkatan korban meninggal dunia akibat DBD tersebut,
Diskes mengaku kewalahan melihat kondisi ini. Sebab untuk mencegah bertambahnya korban jiwa,berbagai upaya  telah dilakukan. Namun korban terus bertambah kini tercatat menjadi enam korban meninggal di Kab Sintang.

“Hingga kini data kita berjumlah emam korban meninggal,’’ ujarn Kepala Bidang Pengendalian dan Penyehatan Lingkungan Diskes Sintang Darmadi kemarin

Meski demikian, Darmadi meminta kepada masyarakat kabupaten sintang agar tanggap dengan penyakit mematikan tersebut. Pasalnya, jika dalam keluarga tersebut kurang respon dan tidak tanggap sehingga terlambat ditangani akan berakibat fatal. “perosalan seperti ini sudah kerap terjadi, masyarakat kurang tanggap yang mengakibatkan penanganan terhadap pasien rentan sulit tertolong karena sikorban dibawa kerumah sakit ketika sudah dalam kondisi sakit berat sehingga jika trombositnya turun derastis, kesempatan tertolong menjadi kecil,” jelasnya.

Dengan demikian data Diskes menyebutkan korban meninggal bertabambah menjadi enam orang. Sebelumnya pihak Provinsi masih sebatas memberikan respons dengan sosilisasi, bimbingan teknis dan  sebagainya. Pihaknya sendiri juga telah melakukan tanggap darurat, dengan mengaktifkan mobil sosialisasi untuk mengimbau warga. “Lokasi kejadian di SDN 01 sebetulnyasudah kita foging. Pada saat foging itulah kita mendapat ada korban yang sakit, yang diketahu terkena DBD namun terlambat untuk dibawa ke dokter,”  ujarnya.

Menurutnya masyarakat sudah tahu kondisi Kejadian Luar Biasa (KLB ) atau bahkan wabah DBD ini Sehingga diharapkan turut melakukan antisipasi. “Kita juga sudah kelimpungan sendiri. Petugas sudah kita sebar untuk melakukan pemantauan. Khusus Puskesmas sudah kita minta, warga yang datang langsung kita kasi abate,” ungkapnya.

Kedepan pihaknya meminta untuk peran aktif seluruh elemen masyarakat baik lingkungan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) hingga RT untuk melakukan pertemuan dengan Bupati. “Kita turun bersama-sama, agar turut menggerakan masyarakat,” pungkasnya(Hery Lingga)