Kupas Pro Kontra Kurikulum 2013

0
1278

Kuliah Umum STKIP Persada Khatulistiwa

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat, Alexius Akim memberikan kuliah umum dihadapan mahasiswa STKIP Persada Khatulistiwa Sintang. Foto : Yusrizal Bota
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat, Alexius Akim memberikan kuliah umum dihadapan mahasiswa STKIP Persada Khatulistiwa Sintang. Foto : Yusrizal Bota

LINTASKAPUAS.COM, SINTANG – Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Persada Khatulistiwa Sintang menggelar kuliah umum untuk mahasiswa baru di Balai Kenyalang, Selasa (2/9), kemarin. Kuliah umum menghadirkan Alexius Akim, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat selaku pemateri.

Kuliah umum dibuka Ketua Badan Pendidikan Karya Bangsa, YAT Lukman Riberu. Hadir Pembantu Ketua I STKIP Persada Khatulistiwa Didin Syafrudin, sejumlah dosen, guru dan pengawas serta mahasiswa. Kuliah umum mengambil tema kebijakan Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat mengenai tenaga pendidik dan pelaksanaan kurikulum 2013.

Ketua STKIP Persada Khatulistiwa, Rafael Suban Beding mengatakan kuliah umum rutin dilaksanakan setiap tahun ajaran baru. Ia mengatakan, pihaknya sengaja mengundang Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalbar karena sesuai dengan kondisi kekininan. Terutama terkait pro kontra penerapan kurikulum 2013.

“Kami juga ingin mengetahui kebijakan Dinas Pendidikan Pemprov Kalbar menyikapi masalah pendidikan menjelang kepemimpinan Jokowi-JK. Meski berada didaerah, saya tak ingin mahasiswa ketinggalan informasi yang dimaksud, baik itu kurikulum maupun kebijakan yang akan digunakan pemerintahan baru kedepan,” jelasnya.

Ketua Badan Pendidikan Karya Bangsa, YAT Lukman Riberu mengatakan kuliah umum sudah menjadi kultur STKIP Persada Khatulistiwa setiap tahun ajaran baru. “Kami tidak pernah melewatkan kuliah umum setiap tahun ajaran baru,” jelasnya.

Lukman menambahkan, pihaknya mengambil tema masalah pendidikan karena saat ini kurikulum 2013 mengalami banyak kendala, teruma didaerah. “Bagaimana mau menerapkan kurikulum 2013 bila buku untuk bahan ajar dan untuk siswa belum ada sema sekali,” katanya.

Sebetulnya, kata Lukman, ada dua narasumber yang diundang untuk menjadi pemateri. Selain kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalbar, diundang pula pihak dari Korem. Namun, mereka berhalangan hadir karena sedang tidak berada ditempat.

Ketika menyampaikan kuliah umum, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat, Alexius Akim meminta mahasiswa tidak menyerah dengan keadaan. Jangan putus ada dengan kemiskinan, tetaplah berjuang dan bekerja keras. “Pola pikir pasrah harus dihilangkan, karena untuk merubah nasib manusia bukan orang lain, tapi kita sendiri. Untuk merubah semua ini bisa dilakukan dengan pendidikan,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Akim meminta calon guru mempunyai empat kompetensi dasar, yakni professional, kemampuan pribadi, sosial dan kompetensi pedagogik.

Mengenai kurikulum 2013 yang akan diterapkan pada tahun ini, Akim menekankan pentingnya peran guru sebagai penyampai ilmu. Karena guru sudah diberikan workshop implementasi kurikulum 2013. “Untuk murid, mereka dibekali CD pembelajaran yang nantinya bisa dicetak sendiri, bisa juga menggunakan MFocus,” katanya.

Ia mengakui, penerapan kurikulum 2013 mengalami banyak kendala, bahkan terkesan dipaksanakan. “Seharusnya, penerapannya tidak terburu-buru, karena secaran nasional juga belum siap,” tegasnya.

UTAMA