Masyarakat Perbatasan Kecewa Batal ke Badau

0
1610
Heliped yang disiapkan untuk menyambut kedatangan Jokowi di Badau
Heliped yang disiapkan untuk menyambut kedatangan Jokowi di Badau

NANGA BADAU—Rencana kedatangan presiden Joko Widodo ke ke kawasan perbatasan kapuas hulu untuk meninjau Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS), Taman Nasional Betung Karihun (TNBK) di batalkan dan PPLB Badau. Jelas masyarakat perbatasan yang telah memilih Jokowi-JK pada Pilres lalu dengan prolehan suara rata-rata 100 persen di setiap TPS di daerah perbatasan kapuas hulu kecewa.

Karena mereka berharap bisa bertemu langsung dengan Jokowi untuk menyampaikan penderitaan warga perbatasan yang selama ini jauh tertinggal dari daerah lain. Dandim 1206 Putussibau Letkol Inf. Vivin Alivianto mengatakan, dirinya mendapat kepastian presiden Jokowi tidak jadi datang ke Badau sekitar pukul 12.37 dan saat itu juga ia mengintruksikan agar seluruh anggotanya balik kanan.

Mantan anggota Kopasus ini mengatakan, setelah mendengar rencana kedatangan Jokowi ke Badau, ia langsung menyusun pengamanan. Bahkan sejak empat hari lalu ia sudah berada di Badau untuk memimpin langsung pengamanan tersebut.  Dari 550 personil TNI yang sudah di siapkannya ada 187 anggota TNI yang rencana mengamankan presiden, sementara yang lain tetap stanby di Putussibau.

“Mereka tinggal menunggu instruksi, karena berita kedatangan presiden belum pasti, maka prajurit saya stanbaykan. Ini belum pengamanan dari Polri,” paparnya. Anggota TNI ini, rencananya akan ditempatkan di rute-rute perjalanan Jokowi, terutama di PPLB dan Pasar Badau. Bila presiden benar-benar datang, maka pas tibanya Presiden sementara PPLB ditutup, demi konsentrasi pengamanan.

Ditempat terpisah, Antonius Tofit warga perbatasan mengaku kecewa dengan Presiden Jokowi yang membatalkan kunjungannya ke Badau kapuas hulu. Tak hanya dirinya, masyarakat perbatasan yang memang mengidolakan Jokowi dan saat pemilu lalu semunya memilih Jokowi sangat berharap bisa bersalaman dan menyampaikan langsung berbagai persoalan yang dirasakan oleh warga perbatasan.

Bahkan, kata Tofit sebagian besar masyarakat perbatasan sudah beberapa hari ini menunggu Jokowi. “Warga langsung pasang bendera merah putih di depan rumah, walaupun dengan tiang seadanya. Rencana kedatangan presiden sudah tersebar dari mulut ke mulut. Makanya masyarakat begitu antusias, sebab setahu saya baru kali ini presiden Indonesia mau berkunjung ke Badau,” terangnya.

Senda juga di sampaikan Yohanes, diceritakannyamasyarakat perbatasan sangat berharap Jokowi datang. Sehingga bisa melihat langsung kondisi kawasan perbatasan Indonesia – Malaysia terutama di Kabupaten Kapuas Hulu ini. “Banyak jalan-jalan di perbatasan ini yang rusak parah. Belum lagi pembangunan infrastruktur dasar lain yang dibutuhkan masyarakat perbatasan,” ungkap Yohanes.

Selama ini kata pria yang akrab disapa Yo ini, pemerintah pusat tidak serius, jika benar-benar serius ingin membangun perbatasan tentu perbatasan tidak tertinggal seperti sekarang ini. Perbatasan sebagai beranda depan NKRI hanya slogan semata. Tetapi, perbatasan semakin terbelakang. “Kami selalu jadi korban janji politik, setiap ada pemilu selalu janji muluk yang kami terima,” kata Yo