Milton Hadiri Rapat Bahas Rabies dengan Pemprov

0
1450
Bupati Sintang, Milton Crosby menghadiri rapat membahas masalah rabies di Pemprov Kalbar
Bupati Sintang, Milton Crosby menghadiri rapat membahas masalah rabies di Pemprov Kalbar

LINTASKAPUAS.COM,SINYANG-Tidak ingin Kabupaten Sintang menjadi salah satu wilayah yang menyandang status Kejadian Luar Biasa (KLB) penyebaran penyakit rabies, Bupati Sintang turun langsung memimpin tim pengendalian rabies untuk mengadakan rapat dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.

Rapat yang secara khusus membahas kasus rabies di Kalbar tersebut dilaksanakan di Balai Petitih Kantor Gubernur Kalbar pada Selasa, 10 Februari 2015 tersebut dihadiri oleh pejabat dari Kabupaten Melawi, Ketapang dan Sintang. Rapat yang dipimpin Asisten Administrasi Perekonomian & Kesos Setda Provinsi Kalbar Lensus Kandri dengan didamping Kadis Kesehatan dr. Andi Jap dan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan A. Manaf Mustafa. Bupati Sintang sendiri didampingi oleh Kadis Pertanian, Perikanan dan Peternakan Arbudin, , Kadis Kesehatan dr. Hary Sinto Linoh dan Kabag Humas dan Protokol Kurniawan.

Bupati Sintang dalam pemaparanya menjelaskan pencegahan dan pengendalian penyebaran virus rabies di Kabupaten Sintang. Adapun langkah-Langkah yang telah dilaksanakan seperti identifikasi desa/kecamatan wilayah Kabupaten Sintang yang berbatasan langsung dengan daerah yang tertular yakni Kabupaten Melawi dan Provinsi Kalteng yakni Kecamatan Sungai Tebelian ada di Desa Melayang Sari, Lebak Ubah, Sarai,Bonet Engkabang, Bonet Lama, Sabang Surai, Nobal, Penjernang, Solam Raya, Rarai,Baya Betung, Baya Mulya dan Kecamatan Dedai Sungai Mali, Mengkirai Jaya, Gandis yang berbatasan langsung dengan kecamatan Belimbing Kabupaten Melawi. Di Kecamatan Ambalau ada di Desa Buntut Sabun dan Kecamatan Serawai ada di Desa Jelundung yang berbatasan langsung dengan Kalteng.

Tim Pengendali Rabies sudah melakukan Kegiatan Rapat Komda zoonosis Kabupaten Sintang, monitoring Perkembangan Kasus dilapangan, Sosialisasi /edukasi masyarakat melalui Interaktif RRI, iimbauan Bupati dan Media Cetak.

Di Kabupaten Sintang sendiri sudah terjadi 11 kasus gigitan anjing rabies dan semua korban sudah diberikan vaksin anti rabies. Tim pengendalian rabies juga akan segera melakukan kegiatan sosialisasi rabies di daerah terancam /ring 1. “Tujuannya supaya masyarakat memahami bahaya rabies, membangun perilaku masyarakat untuk kewaspadaan dini tentang bahaya rabies, membangun kebersamaan masyarakat untuk mendukung kegiatan pencegahan dan pengendalian serta pemberantasan rabies, pendataan HPR tiap desa, menunjuk masyarakat sebagai kader vaksinator rabies,” jelas Bupati Sintang.

“Sosialisasi direncanakan di 15 Desa tanggal 9 Februari sampai 13 Februari 2015. Selain itu kita akan melaksanakan vaksinasi rabies di 15 desa tersebut dan akan diawali dari desa Melayang Sari pada 18 Februari 2015 dan akan berakhir di Desa Gandis pada 6 Maret 2015,” tambah Bupati Sintang.

“Supaya penanganan rabies ini maksimal, maka kami memerlukan sarana operasional lapangan yang mendesak seperti perlengkapan petugas sejenis sepatu boat dan sarung tangan, brangus, jaring tangkap, kandang observasi. Vaksin rabies sudah tersedia 3.200 dosis, rapid test rabies kami memerlukan 200 test baru tersedia 100 test, striknin diperlukan sekitar 200 paket, dan spuit 5 ml sudah ada 1.000 buah,” tambah Bupati Sintang.

Pemkab Sintang sendiri sudah membentuk tim pengendalian rabies yang saat ini sudah terus menerus bekerja di lapangan, 13 orang diantaranya sudah disuntik vaksin anti rabies sebanyak 3 kali. (humas)