Pemerintah Dituding Telinga Kuali

0
1631

Lamban Tangani Kerusakan Jalan Masuka

SIP
Warga Masuka Darat swadaya memperbaiki jalan rusak di daerahnya. Karena tidak ada campur tangan pemerintah, kegiatan tersebut mereka namai proyek amal akhirat. Foto : Yusrizal Bota

LINTASKAPUAS.COM, SINTANG – Warga Masuka Darat Kelurahan Kapuas Kanan Hilir Sintang melakukan aksi nyata untuk memperbaiki jalan di daerah mereka. Disaat pemerintah tidak peduli dengan kerusakan yang terjadi, mereka melakukan perbaikan jalan secara swadaya. “Dari pada banyak omong, kami memilih langsung turun ke lapangan untuk memperbaiki kerusakan jalan,” kata Yudi, warga setempat, Sabtu (30/8) lalu.

Ia mengatakan, rencana memperbaiki jalan sebetulnya berasal dari obrolan warung kopi. Saat itu, sejumlah pengopi menyatakan keprihatinannya atas kondisi genangan yang tak kunjung kering, walaupun saat itu sedang musim kemarau. “Saya tidak menyangka obrolan warung kopi lebih mendatangkan manfaat bagi orang banyak ketimbang obrolan mereka dikursi empuk,” sindirnya.

Berangkat dari keprihatinan itu, perbaikan jalan langsung dimulai. Pertama-tama, genangan ditimbun pasir sebanyak 8 dump truck. Kemudian, genangan yang sudah ditimbun tersebut ditambah lagi dengan batu dari Kecamatan Kelam Permai, jumlahnya 4 dump truck. “Material yang terkumpul dan biaya angkut, semuanya sumbangan donatur. Tidak ada bantuan pemerintah disini. Makanya, kegiatan ini kami namakan proyek amal akhirat. Karena, warga yang membantu pekerjaan jalan tanpa gaji layaknya proyek yang dilaksanakan pemerintah,” tegasnya.

Kedepan, ia berharap pemerintah lebih peduli dengan kerusakan jalan yang terjadi di Masuka. Mengingat, ketika ada jalan dan jembatan yang rusak, selalu tidak ada campur tangan pemerintah untuk memperbaikinya. “Ketika jembatan rusak, warga selalu swadaya untuk memperbaiki. Langkah itu dipilih karena kalau menunggu tindakan pemerintah, mungkin jembatan tidak bisa dilewati lagi. Begitu juga dengan kerusakan jalan,” katanya.

Jaya, warga Masuka Darat juga mengeluhkan hal yang sama. Menurutnya, pemerintah sangat lamban menangani kerusakan jalan dan jembatan di daerahnya. “Padahal, kondisi jalan dan jembatan yang rusak sudah dipublikasikan media massa. Apa mereka tidak tau, atau memang telinga kuali?,” tanya dia.

Ia berharap, proyek amal akhirat yang dilakukan masyarakat Masuka Darat, bisa membuka mata pemerintah agar lebih peduli. “Kalau respon mereka tetap tidak ada, itu santa keterlaluan. Seharusnya mereka malu, yang memperbaiki sarana publik adalah pemerintah, bukan masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, ketika melakukan konfirmasi ke Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sintang, Murjani, Minggu (31/8), nomor yang dituju tidak aktif.(izalbota)