Pengembangan Sawit Swadaya Terganjal SDM dan Pendamping

0
1536
Fasda Sawit Lestari Gelar Sosialisasi
Fasda Sawit Lestari Gelar Sosialisasi

LINTASKAPUAS.COM-SINTANG, Ketua Fasilitator Daerah (Fasda) Sawit Lestari Kabupaten Sintang, Subarjo mengatakan bahwa Kelapa sawit merupakan salah satu sektor perkebunan yang berkembang pesat di Kabupaten Sintang. Akan tetapi tidak seimbang dengan ilmu pengetahuan yang dimiliki masyarakat untuk mengembangkan Sawit Swadaya berkelanjutan dikabupaten Sintang.

“Berdasarkan hasil survei oleh Fasilitator Daerah (Fasda) Sawit Lestari yang dilakukan pada 7 kecamatan di Kabupaten Sintang di akhir tahun 2014, tercatat total luas lahan Sawit Swadaya sebesar 2.195,44 hektar yang dikelola oleh 449 petani, “ungkap Subarjo saat menggelar sosialisasi di Hotel Sartika Puri Sintang(10/5)

Ia mengatakan meski lahan sawit swadaya yang cukup luas tersebut pengelolaannya belum optimal karena terganjal dengan ilmu pengetahuan dari masyarakat masih rendah serta pendamping yang belum mencukupi.

“akibat dari kondisi tersebut disebabkan karenaKurangnya pengetahuan dan pendampingan yang mengakibatkan kurangnya produktivitas kebun, “kata subarjo.

Di sisi lain, lanjut Subarjo kepastian usaha dalam konteks pemasaran juga akan menjadi kendala nantinya. Pemasaran Tandan Buah Segar (TBS) ke Pabrik Kelapa Sawit (PKS) dilakukan dengan cara menumpang dengan TBS plasma. Dengan Tanaman Menghasilkan (TM) yang muda tersebut rendemen menjadi kecil dan harganya juga berkurang. Hal ini mengakibatkan ada pihak yang dirugikan, dalam hal ini baik pihak PKS maupun petani yang ditumpangi TBSnya tersebut,” papar Ketua Fasda Sawit Lestari, Subarjo.

“Pembangunan perkebunan kelapa sawit yang tidakberkelanjutanakanberdampakburuk pada lingkungan. Oleh karena itu,intervensi pemerintah pada proses pembangunan awal dan proses budidaya sangat penting,untuk memastikan perkebunan kelapa sawit swadaya yang dibangun di area Sesuai dengan tata ruang kabupaten dan memastikan produktivitas kebunnya tinggi dan tentunya tetap berwawasan lingkungan, “ kata Kepala Badan Pelaksana Penyuluh Pertanian Perikanan Kehutanan dan Ketahanan Pangan(BP4KKP) Kabupaten Sintang, yang disampaikan oleh Kepala Bidang SDM dan Kelembagaan , Joko Sri Sadono, kala membuka kegiatan Training of Trainer Pengelolaan Perkebunan Kelapa Sawit yang Baik, Selasa (10/5).

Ditambahkan pula oleh Veronika bahwa Petugas Penyuluh Lapangan(PPL)merupakan petugas yang strategis dalam membantu petani kelapa sawit swadaya mengingat keberadaan dan intensitas pertemuan dengan petani yang tinggi, sehingga melalui pelatihan ini diharapkan peserta dapat membantu petani dalam membangun kebunnya.

Manajer Program Kalbar WWF-Indonesia, Albertus Tjiu mengatakanperlu juga dilakukan upaya pendampingan dan peningkatan kapasitas petani sawit swadaya oleh stakeholder kunci – termasuk pemerintah – seperti para penyuluh, pengurus organisasi petani kelapa sawit, Lembaga Swadaya Masyarakat, dan lainnya dari Kabupaten Sintang.

“Pendampingan yang dilakukan bertujuan untuk menjembatani kepentingan para petani, khususnya petani swadaya, dengan lembaga-lembaga terkait, juga sebagai upaya untuk mengoptimalkan peran pemerintah dalam mengatur tata kelola yang terkait dengan perkebunan kelapasawit swadaya,” kata Albertus.

Pelatihan yang digelar selama tiga hari ini, diselenggarakan oleh WWF Indonesia berkerjasama dengan Fasda Sawit Lestari Kabupaten Sintang. Pelatihan diikuti oleh 14 orang PPL Kabupaten Sintang yang mewakili 14 kecamatan di Kabupaten Sintang dan 1 orang PPL anggota Fasda Sawit Lestari.

“Setelah diberikan pelatihan, harapannya para peserta terlatih ke depannya dapat mentransformasikan ilmu yang diperoleh kepada petani yang lain dan kemudian petani kelapa sawit swadaya bisa mengelola kebun sesuai dengan prinsip-prinsip GoodAgricultutre Practices melalui pendampingan dari PPL,” kata Field Officer Sintang-Melawi, WWF-Indonesia Program Kalimantan Barat, M. Munawir.

Keberadaan petani kelapa sawit swadaya telah memberikan gambaran kepada petani plasma maupun anggota masyarakat lainnya untuk ikut mengembangkan perkebunan kelapa sawit secara swadaya dan berkelanjutan sebagai salah satu potensi usaha ekonomi kerakyatan yang mengarah pada kemampuan produksi dan pemasaran di Kabupaten Sintang.