Pertahankan Budaya Nenek Moyang

0
1415

Bupati Sintang, Milton Crosby Buka Kegiatan Gawai Panen Padi di desa Gurun Mali kecmatan Tempunak.LINTASKAPUAS.COM-SINTANG, Ekonomi, pendidikan san pendidikan serta teknologi sudah mengadopsi budaya baru dalam kehidupan saat ini. Namun, tradisi dan budaya nenek moyang yang positif harus tetap dilestarikan karena hal tersebut merupakan salah satu kekayaan dan aset bangsa.

Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Sintang Milton Crosby, saat membuka acara gawai Sub Suku Dayak Seberuang yang mendiami Desa Gurung Mali dan sekitarnya di Kecamatan Tempunak kemarin.

Milton menegaskan bahwa diakhir masa jabatannya sebagai Bupati Sintang akan tetap terus fokus memperhatikan kelanjutan pembangunan yang sudah berjalan, khususnya perbaikan jalan yang sedang dikerjakan oleh Unit Pemeliharaan Jalan dan Jembatan (UPJJ) Wilayah III.

“bersyukur atas apa yang sudah diperoleh dan menyiapkan diri menghadapi musim tanam merupakan sebuah sikap yang baik. Untuk gawai sebagai bagian dari tradisi dan adat baik untuk dilestarikan. Inilah budaya kita yang sudah ada sejak nenek moyang kita dahulu yang sudah tahu bersyukur dan menyusun rencana untuk melaksanakan sesuatu” jelas Bupati Sintang.

Dihadapan masyarakat Sub Suku Dayak Seberuang, Bupati Sintang juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Sintang pada Tahun 2015 ini sudah menganggarkan dana untuk membangun Rumah Betang Tampun Juah sebesar 6 Milyar.

Ketua Panitia Gawai Adat Dayak Seberuang Urbanus Nuh menyampaikan bahwa gawai ini merupakan tradisi nenek moyang kami yang terus kita pertahankan supaya kami tidak lupa dengan adat dan budaya kami.

“gawai ini juga ajang bertemu keluarga-keluarga yang sudah tinggal diberbagai desa dan kecamatan. Kami juga bersyukur karena selama satu tahun kami bekerja diladang semua sehat dan memperoleh hasil yang memuaskan. Dan segera melakukan persiapan untuk musim bertani berikutnya dengan memberkati alat-alat berladang dan benih padi” jelas Urbanus Nuh.

Penjabat Kepala Desa Gurung Mali Hermanus Tutul menjelaskan bahwa di desanya banyak potensi pembangkit listrik mikro hidro (PLTMH) yang sudah dipakai masyarakat. “kekurangan kami adalah belum ada alat pengontrol arus listrik PLTMH sehingga daya listrik yang masuk kadang-kadang rendah dan tinggi yang bisa merusak alat eletronik.

Acara gawai juga dirangkai dengan berbagai kegiatan seperti pelantikan kepala dusun tembak dan ketua adat desa gurung mali. Pembukaan gawai juga ditandai dengan pemukulan gong dan minum tuak pamali secara bersama-sama.