PPLB Badau Perlu Banyak Perbaikan

0
2180
Viktorius Dunand
Viktorius Dunand

BADAU—Pos Pelayanan Lintas Batas (PPLB) Nanga Badau merupakan salah satu PPLB perbasan di Kalbar. Pos yang dibangun 14 tahun silam itu kini kondisinya sudah mulai memprihatinkan. Jika di bandingkan dengan Pos Malaysia, komplek PPLB Badau milik pemerintah Indonesia kalah megah bila dibandingkan pos milik negara tetangga yang masih megah dan berdiri kokoh tanpa ada yang rusak.

Viktorius Dunand, Kepala Unit Pengelola (UP) PPLB Badau Badan Pembangunan Perbatasan dan Daerah Tertinggal Provinsi Kalbar Malaysia mengatakan. PPLB Badau masih banyak perlu perbaikan.

Menurutnya banyak yang kurang dan perlu di perbaiki di PPLB Badau. Mulai dari jalan, bangunan hingga masalah infrastruktur penunjang lainnya, sehingga keberadaan PPLB Badau jadi lebih baik.

“Banyak yang perlu diperbaiki di PPLB ini mulai dari jalannya, bangunan dan atap yang mulai rusak, plapon bocor, sarana dan prasarana lainnya. Kerusakan tersebut memang wajar, sudah 14 tahun dibangun. Sementara untuk listrik dan air tidak jadi masalah,” terangnya, Rabu (21/1). Komplek PPLB Badau ini mulai dibangun pada tahun 2002 dan selesai tahun 2006, baru ditempati pada tahun 2012.

Menurutnya masalah kerusakan-kerusakan sudah dilaporkan. Apakah tahun 20015 ini ada perbaikan atau pembangunan di PPLB Badau ia belum tau, karena untuk bangun membangun kewenangannya ada di Kementerian PU atau Dinas PU Provins.”Tugas kami hanya sebatas pengelola lingkungan di komplek PPLB Badau. Mulai dari merawat tanaman, sekuriti , cleaning service dan lainnya,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama Dunand juga mengatakan, jumlah pegawai ada 14 orang. Enam orang PNS, sekuriti 6 orang, dan cleaning servise 2 orang. “Jumlah pegawai ini sudah cukup,” papar Dinand.

PPLB Badau, buka jam 05.00 hingga 17.00. Sementara pada malam hari pintu PPLB Badau ditutup. Kendati demikian pihaknya terus stanby di sekitar PPLB guna menjaga kawasan PPLB Nanga Badau.

Sedangkan instensitas keluar masuk orang maupun barang, kata Dunand, masih relatif sedikit. “Di sini ada Imigrasi, Bea Cukai, Karantina serta Dinas Perhubungan Provinsi Kalbat. Kami menjalankan tugas sesuai dengan tufuksi masing-masing. Kendati demikian kami tetap saling berkoordinasi dan selama ini hubungan pada masing-masing instansi tetap berjalan dengan baik,” papar Dunand