Sebatang Kara di Sintang, Buruh Bangunan Ditemukan Meninggal di Kosan

0
5249
Identitas warga Ciamis yang ditemukan meninggal di kos
Identitas warga Ciamis yang ditemukan meninggal di kos

SINTANG-Karno, warga Pengandaran Jawa Barat ditemukan tewas membusak di kos-kosan Gg Damai Jalan MT Haryono Sungai Durian Sintang, Senin (29/8). Pria berusia 51 tahun tersebut diduga meninggal karena sakit.

Informasi yang dihimpun, meninggalnya pria yang berprofesi sebagai buruh bangunan ini pertama kali diketahui oleh pemilik kos yang bernama Madli. Ia kemudian melapor polisi sekitar pukul 09.00 pagi dan langsung ditindaklanjuti petugas dengan mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Saat ditemukan, jasad Karno dalam posisi telungkup di lantai kamar yang beralaskan kasur tipis. Ia mengenakan celana pendek abu-abu tanpa baju. Dengan sehelai sarung yang dililit di badannya. Disamping jasadnya tampak sebungkus rokok, korek dan asbak serta gelas yang sudah kosong. Diduga korban sudah meninggal cukup lama, karena jasadnya mengeluarkan busuk yang sangat menyengat.

Rustini, warga Sintang yang tinggal di Mungguk Serantung mengaku kenal dengan sosok Karno. Menurutnya, pria tersebut bekerja sebagai buruh. “Ia (korban-red) kerja apa saja. Di Sintang, ia hidup sebatang kara. Semua keluarganya di Jawa,” bebernya.

Istri Karno,kata Rustini, bekerja di Papua sebagai tukang masak. “Katanya, kerja dengan Bu Susi (Menteri Keluatan-red). Soal kebenarannya saya tidak tahu. Tapi kalau sudah cerita soal itu, ia selalu ngomong dengan sumringah,” katanya.

Makanya, kata Rustini, ia dan suami kaget ketika menerima telepon dari polisi yang mengatakan Karno meninggal. “Soalnya dia cukup sering ke rumah. Kalau ada keperluan, ia main ke tempat kami,” bebernya.

Suryana, Ketua Paguyuban Warga Sunda di Sintang mengatakan dirinya langsung ke kamar jenazah RSUD Ade M Djoen Sintang begitu mengetahui dengar kabar ada warga Sunda yang meninggal. “Saya sudah telpon anaknya yang bernama Anggun. Tapi yang bersangkutan ndak percaya. Dikiranya kami nipu. Kami dapat nomor keluarga Karno dari polisi,” katanya.

Menurutnya, jika keluarganya tak kunjung merepon, dirinya akan mengambil kebijakan dan mengurus pemakaman Karno di Sintang. “Ditunggu lebih lama lagi juga ndak mungkin. Dengan kondisinya saat ini, jasad juga tidak memungkinkan dikirim ke Jawa,” katanya.

Ia mengaku sudah berulangkali mengurus pemakaman warga Sunda yang merantau ke Sintang. sebagian besar mereka merantau tanpa sanak family. “Sudah 6 kali ngurus seperti ini. Tapi saya ikhlas,” katanya.