Sekjen Kemenkes Takjub Dengan Perjuangan Dokter Perempuan di Perbatasan

0
1492
: Sekjen Kemenkes RI, Untung Suseno Sutarjo saat meninjau rumah sakit dr Achmad Diponegoro Putussibau
: Sekjen Kemenkes RI, Untung Suseno Sutarjo saat meninjau rumah sakit dr Achmad Diponegoro Putussibau

LINTASKAPUAS.COM,BADAU-Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, dr Untung Suseno Sutarjo M. Kes, Selasa (13/1) berkunjung langsung ke Nanga Badau yang merupakan salah satu kecamatan di kapuas hulu yang berbatasan langsung dengan negera Malaysia. Disana ia bertemu dengan sejumlah dokter yang umumnya perempuan yang mau mengabdi di daerah terpencil perbatasan negara ini.

Setelah melihat langsung sejumklah fasilitas kesehatan dan merasakan jauh dan sulitnya menuju perbatasan dr Untung Suseno Sutarjo M. Kes mengaku takjub dengan perjuangan dan pengabdian para petugas kesehatan yang umumnya perempuan, terutama dokter. Ia pun menyimpulkan, yang dibutuhkan masyarakat perbatasan adalah peningkatan infrastruktur seperti jalan dan jembatan.

“Saya sudah meninjau langsung pelayanan kesehatan di Kecamatan Badau dan berdialog langsung dengan para dokter di perbatasan. Yang saya kagumi dokter-dokternya perempuan semua, yang laki-laki kemana, ini juga jadi pertanyaan saya. Mungkin dokter laki-laki pada takut semua ditugaskan di perbatasan, dokter di sana semuanya perempuan,” tutur Untung sepulang dari Badau, Rabu (14/1).

Diceritakannya, dari kecamatan terjauh yakni Puring Kencana, Badau, Kecamatan Embaloh Hulu dan Kecamatan Batang Lupar semua dokter adalah perempuan. Selain memberi apresiasi kepada dokter-dokter perempuan yang tugas di daerah perbatasan negara. Untung juga memberikan apresiasi pada pemerintah Kapuas Hulu yang telah membangunan Puskesmas dan tenaga kesehataannya lengkap.

Walaupun masih ada kekurangan tetapi yang esensial sudah ada semua. Menurut Untung yang perlu dilengkapi di perbatasan bukan sarana kesehatan, tetapi infrastruktur seperti jalan. Karena jalan di perbatasan masih banyak yang rusak. “Punya fasilitas bagus, tetapi infarstrukturnya rusak ketika ada masyarakat mau melahirkan ke layanan kesehatan bisa-bisa melahirkan diperjalanan,” tutur Untung.

Menurut Sekjen, jika kementerian PU (Pekerjaan Umum) memperbaiki jalan di kawasan perbatasan, maka akan sangat bagus. Sehingga sarana kesehatan di perbatasan bisa dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat. Karena di perbatasan, sudah ada fasilitas kesehatan seperti rumah sakit bergerak, puskesmas rawat inap, yang semuanya bagus, termasuk tenaga kesehatan yang ada sudah standar.

“Petugas kesehatan diperbatasan kapuas hulu memiliki pengetahuan medis yang bagus di dalam melaksanakan kesehatan,” ungkap Untung. Selain meninjau langsung pelayanan kesehatan di perbatasan, Sekjen juga melihat apa yang bisa di bangun lagi. Sebab saat ini, Kemenkes RI sedang menyusun program-program kesehatan, termasuk program kesehatan di perbatasan negara ini.

Untung mengatakan, untuk tahun anggaran 2015 ini ada anggaran dari pusat yang dikucurkan untuk kawasan perbatasan. Di seluruh kawasan perbatasan Indonesia, ada sebanyak 120 Puskesmas yang akan diperbaiki. Termasuk tenaga kesehatan serta perbaikan infrastruktur dan peralatan. Untuk kabupaten Kapuas Hulu SDM kesehatan di tingkatkan menyusul sarana prasarana penunjang.