Sintang FC Pimpin Klasemen Liga Nusantara Wilayah I

0
1908
Wasit dan asisten melarai pemain Sintang dan Melawi yang bersitegang di lapangan
Wasit dan asisten melarai pemain Sintang dan Melawi yang bersitegang di lapangan

SINTANG- Kesebelasan kebanggaan masyarakat Bumi Senentang yakni Sintang FC kembali memetik poin penuh dalam pertandingan kedua fase grup Liga Nusantara Wilayah I di Stadion Baning, Kamis (25/8). Bertandingan dihadapan ribuan pendukungnya, Sintang FC mengalahkan Melawi dengan skor 2-0.

Pertandingan yang disaksikan Wakil Bupati Melawi Dadi Sunarya, mantan Bupati Sintang Milton Crosby, Ketua Komisi A Syahroni dan sejumlah pejabat Sintang lainnya, berjalan dalam tempo lambat. Meski mendominasi pertandingan, Sintang FC kesulitan menembus jala Melawi dalam 20 menit pertama.

Ketika laga berjalan hampir setengah jam, striker andalan Sintang FC Rudy Andreas berhasil memecah kebuntuan. Pemain bernomor 11 tersebut membuka skor pada menit 29. Rudy mencetak gol setelah tendangannya dari sudut sempit mengelabui bek lawan dan menembus jala gawang Melawi. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.

Dibabak kedua, baru satu menit laga berjalan Sintang FC kembali memperlebar jarak. Pada menit ke 46, pemain bernomor punggung 17 yakni Hari Susilo mencetak gol kedua untuk Sintang FC. Skor berubah menjadi 2-0.

Usai gol tersebut, laga kemudian berlangsung panas. Bahkan nyaris terjadi baku pukul antara kedua tim ketika salah satu pemain dijatuhkan lawan. Meski Sintang FC banyak mendapat peluang, tidak ada gol tambahan hingga akhir pertandingan.

Kemenangan atas Melawi membuat Sintang FC memimpin klasemen Liga Piala Nusantara Wilayah Timur dengan 6 poin. Tiga poin pertama diraih Sintang setelah mengalahkan Sanggau dengan skor tipis 3-2.

Porselama berada diperingkat ke 2 dengan 4 poin. PS Sanggau dan Sekadau yang sama-sama mengumpulkan tiga poin berada diposisi 3 dan 4. Peringkat lima adalah Persilan Landak dengan satu poin. Kabupaten Melawi berada diposisi juru kunci dengan poin 0 setelah dalam dua pertandingan menelan kekalahan.

Belum Padu

Meski kembali memetik 3 poin, pelatih Sintang FC Tommy Parsep Wijaya mengaku banyak hal yang harus dibenahi anak asuhannya. Diantaranya adalah organisasi permainan yang belum padu. “Tapi sudah ada perubahan kearah lebih baik dibanding pertandingan pertama melawan Sanggau,” katanya.

Ia mengatakan, untuk mencapai level permainan terbaik memerlukan proses. “Sepakbola memerlukan proses, tidak bisa seperti main sulap. Tapi Sintang FC sekarang sudah lebih baik,” katanya.

Ia juga menyoroti kerjasama tim yang belum begitu padu. “Ini harus dibenahi, komunikasi di lapangan juga harus dijaga. Karena dalam pertandingan tadi beberapa kali pemain kita terperangkap offside,” katanya.

Tommy menambahkan, karena pertandingan Piala Nusantara formatnya setengah kompetisi, timnya fokus untuk mengumpulkan poin dan menjaga konsistensi permainan. “Kami bertekad tidak kehilangan poin agar lolos ke fase selanjunya. Karena masih ada tiga pertandingan lagi,” katanya.

Soal lawan berat, Tommy menyebut Kabupaten Bengkayang. Karena, pemain Bengkayang jam terbangnya lebih tinggi. “Mereka sudah matang dalam permainan sepakbola, teruma kaptennya yang bernama Panji yang bisa mengatur irama permainan,” bebernya