SLI pengaruhi hasil panen hingga 4,8 ton per hektar

0
448
Tanam Pertama Sekolah Lapang Iklim Operasional Kalimantan Barat tahun 2023, berlokasi di Desa Kebong

LINTASKAPUAS | SINTANG – Kepala Stasiun Klimatologi Kelas II Mempawah Kalimantan Barat Luhur Tri Uji Prayitno, SP., M. Ling dalam Kegiatan Tanam Perdana Sekolah Lapang Iklim Operasional Provinsi Kalimantan Barat tahun 2023 menyampaikan bahwa SLI (Sekolah Lapang Iklim) memengaruhi peningkatan hasil pertanian terutama padi mencapai 4,8 ton per hektar di Desa Kebong, Kecamatan Kelam, pada selasa (6/6/2023).

“Untuk peningkatan sudah pasti dari pengetahuan petani, kita mengetahuinya dengan pretest jadi hasil peningkatannya itu hingga 81%. untuk peningkatan produksi dari sebelum mengenal SLI biasanya rata-rata 3,6 ton per hektar, dan setelah SLI 4,8 ton per hektar jadi ada peningkatan sebesar 1,2 ton per hektar di Desa Kebong” Ujarnya.

Dengan adanya Sekolah Lapang Iklim (SLI) yang merupakan bentuk kerja sama antara Dinas Pertanian dengan Penelitian Unggulan Perguruan Tinggi (PUPT) dan BMKG ini, diharapkan dapat memberikan edukasi kepada masyarakat terutama para petani agar dapat ilmu mengenai iklim. Seperti yang disampaikan juga oleh Hartanto dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika balai besar MKG wilayah ll bahwa kegiatan SLI ini akan mengawal petani dari masa awal tanam hingga masa panen.

“sekolah lapang iklim operasional upaya nyata BMKG untuk memberikan edukasi kepada masyarakat terutama petani, agar petani dapat mengelola dengan iklim yang benar seperti yang kita ketahui sekarang Bahwa perubahan iklim sangat nyata banyak pola pertanian yang harus disesuaikan dengan iklim sekarang ini adalah yang harus dimaksimalkan oleh para petani agar para petani mendapatkan hasil yang maksimal kegiatan ini akan mengawal petani mulai dari tanam sampai masa panen, kegiatan ini juga diharapkan dapat memberikan ilmu kepada petani dan para petani juga dapat menyebarkan kepada masyarakat luas lainnya kita juga bekerja sama dengan Dinas Pertanian Bagaimana cara mengelola musim tanam dan pola tanam dengan baik Sehingga Informasi yang disampaikan kepada masyarakat dari BMKG dapat diimplementasikan dengan baik” sampainya.

Kepala Dinas pertanian dan Perkebunan Kabupaten Sintang, Martin Nandung berharap dengan adanya pemahaman masyarakat petani tentang iklim ini, para petani tidak hanya mengalami masa tanam ataupun panen hanya setahun sekali, bahkan bisa sampai 4 kali dalam setahun.

“karena masyarakat masih menggunakan metode yang lama yaitu dengan satu kali massa tanam dalam setahun. harapan kami juga dengan adanya SKL ini, masyarakat dapat memahami agar kedepannya para petani dapat menyesuaikan waktu sehingga tidak hanya menanam sekali dalam setahun yaitu bisa saja dua atau tiga kali dalam setahun” harap Martin.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bupati Sintang Jarot Winarno, Kepala Dinas Pertanian dan perkebunan Kab. Sintang Martin Nandung, Kepala UPT Stasiun BMKG Sintang Supriandi, Kepala Stasiun Klimatologi Kelas II Mempawah Kalimantan Barat Luhur Tri Uji Prayitno, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika balai besar MKG wilayah ll Hartanto.