Warga Hentikan Aktivitas Tambang Zirkon

0
1816
Warga Tempunak Hentikan Aktifitas Pertambangan Zirkon diwilayah tempunak
Warga Tempunak Hentikan Aktifitas Pertambangan Zirkon diwilayah tempunak

Sintang – lintaskapuas.com, Perusahaan tambang zircon PT Karya Putra Mandiri Mineral di desa Nanga Tempunak dusun Tanjung Keramat Kecamatan Tempunak yang sudah beroperasi selama kurang lebih dua tahun, operasionalnya dihentikan warga setempat karena dicurigai bukan melakukan penambangan zircon melainkan melakukan penambangan emas.

Kalau kami melihat, mereka mengatakan hanya melakukan penambangan Zirkon sepertinya hanya modus, kalau kami melihat sebenarnya mereka melakukan penambangan emas, kecurigaan kami dikuatkan dengan hasil Zirko yang selama ini mereka tambang tak pernah dijual, jadi biaya yang mereka butuhnya untuk kelanjutan operasional pertambangan tersebut dari mana kalau buka hasil emas yang dikumpulkan, “ungkap salah seorang warga Tempunak, Erikson kepada wartawan kemarin.

Akibat tidak adanya keterbukaan pihak perusahaan dengan warga setempat terkait dengan aktivitas yang dilakukan oleh perusahaan membuat warga masyarakat tempunak melakukan pemblokiran jalan perusahaan serta menghentikan aktivitas tambang hingga mendapat penjelasan aktivitas yang sebenarnya dilakukan oleh pihak perusahaan.

Saat sejumlah awak media beserta warga setempat berkunjung kelokasi pertambangan Zircon tersebut yang terlihat hanya ada sejumlah peralatan cangih sebagai alat penyaringan dan beberapa Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Tiongkok masih tetap bertahan dilokasi pertambangan tersebut meski aktivitasntya sudah dihentikan warga sejak dua pekan lalu.

Masyarakat setempat tidak mengetahui persis mengenai barang yang ditambang. Zirkon atau kandung mineral lain. Pasalnya, masyarakat belum pernah melihat  hasil penambangan dibawa keluar. Padahal aktivitas penambangan sudah berjalan.

Along Alfian yang juga merupakan Warga setempat saat berada diareal pertambangan mengungkapkan bahwa sejak 2012 aktifivitas perusahaan pertambangan sudah berjalan. Yakni membangun fasilitas pendukung untuk menambang. Sementara penambangan berjalan efektif sekira delapan bulan silam.

Along yang juga ketua Adat Desa Tempunak Kapuas menyebut sosialisasi perusahaan minim. Padahal membawa alat berat melalui desanya. Tanpa komunikasi dengan masyarakat, perusahaan langsung bekerja. Sehingga, lanjut dia, banyak warga mempertanyakan aktivitas perusahaan tersebut. Termasuk mengenai keberadaan TKA. “Apakah tenaga kerja resmi dilengkapi dokumen visa atau hanya paspor pelancong. Perusahaan harusnya terbuka dengan masyarakat,” katanya

Ia menambahkan pemasangan plang jalan masuk ke perusahaan sebagai imbas tak konsisten kepada masyarakat. Janji perusahaan kepada masyarakat ada yang masih belum ditunaikan. Kesepakatan yang dibangun antara kedua belah pihak terdapat lima point.

Sementara, Edy, salah seorang perwakilan perusahaan yang mengaku sebagai pengawas dilokasi pertambangan tersebut saat dikonfirmasi terkait dengan aktivitas tambang tersebut membantah jika perusahaan tempatnya bekerja tersebut juga merangkap sebagai penambang emas. “kami bukan melakukan penambangan emas, perusahaan ini hanya menambang zircon, “ujarnya.

Ia pun membantah mempunyai karyawan TKA asal Tiongkok. Namun tiga pekerja  itu masuk dari Pangkalanbun, Kalteng. Sekalipun ketiganya tidak bisa berbahasa Indonesia. Sesekali antara Edi dan para pekerja itu berkomunikasi dengan dialek Mandarin. Dan, Edi tidak menampik sudah hampir setengah bulan terakhir aktivitas penambangan tak berjalan..(Link)