Waspada Ayam “Tiren” Dibulan Ramdhan

0
1471

selama Ramadhan, Masyarakat dituntut agar waspada dalam membeli daging ayam.jpgLINTASKAPUAS, COM- SINTANG, Pemerintah Kabupaten Sintang, melalui dinas Pertanian dan peternakan kabupaten Sintang meminta kepada seluruh masyarakat kabupaten Sintang agar mewaspadai beredarnya daging ayam “tiren” atau daging ayam yang telah mati beberapa hari namun tetap dijual di pasaran selama ramadhan dan menjelang Idul Fitri.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Sintang, Ir. Arbudin mengatakan bahwa kebutuhan daging ayam selama ramadhan serta menjelang lebaran cukup besar, sehingga tidak menyalah kemungkinan banyak pasokan ayam yang datang dari luar Sintang dan saat diperjalanan telah mati, namun tetap di jual oleh pedagang agar tidak merugi.

“Meskipun hingga saat ini belum bisa dibuktikan secara pasti bahwa daging ayam “tiren” beredar di pasaran. Namun, warga harus tetap waspada dan memeriksa beberapa tanda-tanda dan perbedaan antara daging ayang tiren dan yang segar, “ujar Arbudin kepada sejumlah media belum lama ini

Dijelaskan Arbudin bahwa, “Daging ayam ‘tiren’ dan daging ayam segar memiliki kesamaan, untuk itu pembeli harus lebih teliti memilih daging ayam dengan memeriksa ciri-ciri yang membedakan antara daging ayam ‘tiren’ dan daging ayam segar.

“Ciri-ciri Daging ayam “Tiren” itu kuat bau amis dibandingkan dengan ayam yang masih segar dan warnanya sudah pucat serta pembuluh darah yang terdapat dibagian lehernya sudah mengecil dan terdapat bercak darah, “jelas Arbudin.

Selain itu, lanjut Arbudin kita juga meminta kepada masyarakat jika saat membeli daging ayam, agar terlebih memeriksa bagian dalam ayam yang akan dibeli, sebab salah satu tanda-tanda daging ayam “tiren” bagian hati ayam telah berwarna pucat dan mudah hancur, “terangnya.

Ia juga mengingatkan kepada seluruh pelaku usaha daging ayam agar tetap menjual daging yang masih segar dan legal. “sebagai pelaku usaha wajib memperhatikan kualitas barang dagangannya, jangan sampai barang dagangan yang diperjual belikan tersebut membahayakan masyarakat, demi untuk mendapatkan keuntungan setinggi-tingginya, “pungkas Arbudin

Pantauan Media ini Dilapangan, saat ini harga Daging ayam perkilogeramnya sudah menembus angka hingga mencapai 50 ribu, mengalami kenaikan cukup signifikan.

Ujang Sukartono(43) salah satu pedagang Daging ayam dikawasan Pasar junjung Buih Sintang mengaku harga kenaikan daging ayam sampai saat ini masih tergolong stabil. Hal tersebut disebabkan karena pasokan ayam peternak local Sintang masih mencukupi permintaan masyarakat.

“kebetulan pedaging ayam local Sintang saat ini sedang panen, sehingga harga kenaikan daging ayam tidak terlalu siginfikan, saat ini harga masih stabil dikisaran antara 40-05 ribu perkilo geramnya, “pungkas Ujang(Lg)