LINTASKAPUAS I KETAPANG – Dengan latar suasana sejuk di tepian Sungai Pawan, Bupati Ketapang, Alexander Wilyo menghadiri tradisi budaya Robo-Robo dan Mandi Safar yang digelar masyarakat di Jl. KH. Ahmad Dahlan RT.007 RW.003 Kelurahan Kauman pada Rabu (20/08/2025). Kegiatan ini berlangsung sejak pukul 08.00 WIB hingga selesai, dan terbuka bagi seluruh masyarakat.
Sebelumnya pada Rangkaian pra acara dimulai dengan penyambutan melalui tabuhan Gendang Tar-Hadhrah.
Setelah transit ramah tamah di kediaman tokoh masyarakat, rombongan berjalan menuju lokasi utama dengan iringan prosesi tabuh hadrah, pencak silat Kutemare, serta taburan beras kuning.
Kehadiran Bupati didampingi istri Ibu Dewi Nurjana Alexander Wilyo yang mana rombongan kemudian disambut hangat oleh Tarian Melayu yang mengiringi langkah menuju tempat acara.
Prosesi inti dibuka dengan pembacaan doa, sambutan dari penyelenggara PLK (Perkumpulan Lawang Kekayun), Lurah Kelurahan Kauman, serta tokoh masyarakat.
Nuansa kebersamaan semakin terasa dengan hiburan musik gambus yang memeriahkan suasana.
Dalam sambutanya, Bupati menyampaikan sambutan sekaligus menyerahkan santunan dan hadiah kepada masyarakat, yang kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama.
Puncak acara ditandai dengan prosesi Mandi Safar. Dalam ritual penuh makna ini, Bupati ikut serta memandikan sejumlah anak dengan air doa sebagai simbol pembersihan diri, tolak bala, serta permohonan keselamatan.
Ritual tersebut kemudian diteruskan oleh tokoh masyarakat dan tokoh agama. Setelah prosesi adat selesai, acara ditutup dengan jamuan makan ketupat Colet, makanan khas masyarakat Melayu Ketapang yang penuh makna kebersamaan.
“Tradisi Robo-Robo dan Mandi Safar merupakan jejak kearifan lokal yang tetap hidup di tengah masyarakat Ketapang. Di dalamnya terkandung doa-doa keselamatan, nilai kebersamaan, serta semangat menjaga warisan leluhur yang telah turun-temurun,” kata Bupati.
Unntuk itu, lanjutnya, saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas terlaksananya kegiatan ini. Kelurahan Kauman patut berbangga karena masih teguh mempertahankan budaya aslinya yang menjadi perekat dan pemersatu masyarakat. Ke depan, kegiatan ini telah ditetapkan sebagai agenda resmi dalam kalender kebudayaan Kabupaten Ketapang melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan.
“Saya berharap agar tahun depan acara Robo’-Robo’ dapat dilaksanakan lebih baik lagi dengan melibatkan dan mengundang masyarakat lebih banyak,” harapnya.
“Saya kalau sifatnya budaya daerah apapun suka. Sebab itu, saya hadir mengajak kita semua untuk merawat, melestarikan, mengembangkan bahkan mewarisi budaya-budaya tradisi supaya dikenal, dicintai juga anak cucu kita.” tuturnya.
Lebih lanjut Bupati menegaskan, budaya merupakan jati diri dan identitas sekaligus harga diri kita.
“Maka saya menegaskan juga berkomitmen bahwa saya menjadi Bupati adalah kehendak dan anugerah Tuhan, bukan karena saya hebat, pintar dan banyak duit. Ini semua merupakan amanah masyarakat, karena itu jabatan ini akan saya pakai untuk berbuat baik dan adil bagi seluruh suku dan agama yang ada di Kabupaten Ketapang ini.” tegasnya.
Selain itu, Bupati juga mengajak bersama-sama bersatu kembali memikirkan bagaimana membangun Ketapang yang lebih baik.
“Saya juga mengajak kita bersama bergotong royong membangun daerah yang kita cintai ini, supaya Ketapang yang memiliki nama besar bisa diangkat kembali. Kita angkat Marwah Ketapang tanah Kayong ini bersama-sama. Ketapang ini rumah besar kita semua, harus kita rawat dan jaga bersama serta kita bangun bersama-sama,” ajaknya.
(Ags)










