Ketum IPSI Kalbar Lantik Dua Pengurus Daerah, Targetkan Prestasi Dunia dan Pelestarian Budaya

0
72

LINTASKAPUAS I ​KETAPANG – Estafet kepemimpinan organisasi pencak silat di dua wilayah strategis Kalimantan Barat resmi bergulir. Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kalimantan Barat, Alexander Wilyo melantik jajaran pengurus Pengkot IPSI Kota Pontianak dan Pengcab IPSI Kabupaten Kubu Raya masa bakti terbaru di Pendopo Gubernur Kalimantan Barat, Minggu (10/5).

​Prosesi pelantikan yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri langsung oleh Gubernur Kalimantan Barat. Turut hadir deretan tokoh olahraga, para pendekar pencak silat, serta jajaran pengurus IPSI dari berbagai daerah yang memadati ruang pertemuan utama.

​Dalam arahannya, Ketua Umum Pengprov IPSI Kalbar, Alexander Wilyo, menekankan bahwa pencak silat memiliki dimensi yang lebih luas dari sekadar olahraga prestasi.

Ia menegaskan pentingnya menjaga marwah silat sebagai identitas bangsa.

​”Pencak silat bukan hanya olahraga prestasi, tetapi juga bagian dari warisan budaya bangsa yang harus terus dijaga, dikembangkan, dan diwariskan kepada generasi muda,” tegasnya di hadapan para pengurus baru.

​Ia menambahkan bahwa IPSI harus mampu bertransformasi menjadi “rumah besar” bagi seluruh perguruan silat untuk membina karakter, memperkuat persatuan, sekaligus mencetak prestasi.

Ia menyebutkan ​Kepengurusan baru ini memikul tanggung jawab besar untuk membawa semangat baru dalam pembinaan atlet.

Harapan besar disematkan agar Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya mampu menjadi lumbung pesilat tangguh yang dapat mengharumkan nama Kalimantan Barat di kancah nasional maupun internasional.

​“Kita ingin pencak silat Kalimantan Barat semakin maju dan mampu bersaing di berbagai kejuaraan. Organisasi yang kuat adalah kunci lahirnya atlet yang berdaya saing,” imbuhnya.

Ia menilai, ​Momentum pelantikan ganda ini menjadi simbol penguatan sinergi antar pengurus daerah di Kalimantan Barat.

“Dengan dilantiknya pengurus Pengkot Pontianak dan Pengcab Kubu Raya, diharapkan terjadi optimalisasi pembinaan secara berkelanjutan,” harapnya.

Menurutnya, ​Langkah ini dipandang strategis mengingat kedua wilayah tersebut merupakan basis massa pesilat terbesar di Kalbar.

“Fokus utama ke depan adalah memperkuat eksistensi pencak silat agar tetap menjadi kebanggaan budaya Indonesia yang relevan di mata generasi milenial dan Gen Z,” tegasnya.

(Ags)