BULOG Ketapang Siap Serap Jagung Hibrida Petani, Patok Harga Rp6.400 per Kilogram

0
50
Foto: Kepala Perum Bulog Cabang Ketapang, Jarau saat diwawancarai di kegiatan panen jagung serentak di Desa Suka Maju, Kecamatan Muara Pawan. (Foto Ags)

LINTASKAPUAS I KETAPANG — Perum BULOG Kantor Cabang Ketapang menyatakan kesiapannya untuk menyerap hasil panen jagung hibrida milik petani lokal.

Langkah ini dilakukan menyusul diterbitkannya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 3 Tahun 2026 yang memperluas peta jalan ketahanan pangan nasional melalui penguatan Cadangan Jagung Pemerintah (CJP).

​Melalui aturan anyar tersebut, Perum BULOG kini mengemban mandat krusial untuk wajib menyerap dan menampung hasil panen jagung guna memutus siklus anjloknya harga di tingkat petani saat panen raya, sekaligus menjaga stabilitas pasokan pakan ternak nasional.

​Kepala Perum BULOG Cabang Ketapang, Jarau, menegaskan bahwa pihaknya siap mengimplementasikan instruksi tersebut demi menjaga Harga Pembelian Pemerintah (HPP) di tingkat produsen.

​”Inpres ini adalah payung hukum sekaligus angin segar. Tugas kami bukan lagi sekadar menjaga stok beras, tetapi juga menjadi penyangga (buffer) bagi komoditas jagung. Kami akan memastikan hasil kerja keras petani dihargai dengan layak,” ujar Jarau saat dikonfirmasi, Senin (18/5/2026).

​Jarau menjelaskan, berdasarkan Inpres Nomor 3 Tahun 2026, BULOG secara nasional diwajibkan menyerap jagung lokal dengan target minimal 1 juta ton per tahun.

​Tidak semua jagung dapat masuk ke gudang negara. BULOG menetapkan kriteria dan standar kualitas tertentu untuk jagung pangan yang wajib diterima, yaitu:
​Bentuk Komoditas: Jagung pipilan yang telah memenuhi usia panen.
​Kadar Air: Maksimal berada di angka 14%.
​Harga Pembelian Pemerintah (HPP): Ditetapkan sebesar Rp6.400 per kilogram.

​BULOG Cabang Ketapang mengonfirmasi telah menerima sebanyak 370 ton jagung hibrida yang berasal dari hasil panen raya binaan Polres Ketapang.

​Komoditas yang telah diserap tersebut nantinya tidak akan ditimbun begitu saja, melainkan langsung didistribusikan ke sektor-sektor strategis yang membutuhkan intervensi harga.

​”Jagung tersebut akan kami upayakan tersalurkan melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Sasarannya adalah koperasi serta para peternak skala mikro, kecil, dan menengah demi menjaga stabilitas harga pakan ternak di pasaran,” pungkas Jarau.

(Ags)