Sunday, October 4, 2026

Limbah Aston Ketapang Diduga Bocor, Pemukiman Warga di Belakang Hotel Tergenang Lumpur dan Bau Menyengat

0
70
Foto: Warga Setempat Suliani saat menunjuk Saluran Limbah Hotel Aston Ketapang yang sempat meluap. (Foto Ags)

LINTASKAPUAS I ​KETAPANG — Genangan air bercampur lumpur kotor dan sampah bekas banjir menggenangi pekarangan rumah warga di kawasan pemukiman belakang Hotel Aston Ketapang. Peristiwa tersebut diduga disebabkan oleh bocornya tangki penampungan air/limbah milik pihak Hotel Aston pada Kamis, (30/07), Subuh sekitar Pukul 04.00 WIB.

​

Foto: Warga setempat saat membersihkan bekas genangan lumpur yang sudah mengering. (Foto Ags)

Selain membawa endapan lumpur, pasir, hingga kayu-kayu bekas luapan, genangan tersebut juga menimbulkan bau menyengat yang mengganggu kenyamanan warga setempat.

​Salah seorang warga terdampak, Komsiatun menuturkan bahwa luapan air kotor tersebut sudah terjadi sejak dini hari. Mengetahui pekarangannya tercemar lumpur kotoran dan berbau tidak sedap, ia langsung mengambil tindakan bersama warga lainnya.

​”Tadi subuh air dari kawasan Aston meluap sampai membawa lumpur, pasir, batu, hingga kayu-kayu bekas banjir ke pekarangan rumah saya,” kata Komsiatun saat ditemui Media di Kediamannya, Kamis siang.

​Ia menjelaskan bahwa dirinya langsung melaporkan kejadian tersebut kepada Ketua RT setempat sebelum mendatangi pihak pengelola penginapan secara langsung.

​”Saya langsung melaporkan kejadian ini ke ketua RT dan mendatangi pihak Aston untuk meminta agar bekas banjir lumpur yang berbau menyengat ini segera dibersihkan,” tuturnya.

Atas laporan warga dan Ketua RT setempat, pihak penginapan langsung merespons dengan menerjunkan petugas keamanan (satpam) untuk mulai membersihkan sisa-sisa endapan lumpur di sekitar area terdampak pada pagi harinya.

“Berdasarkan keterangan sementara dari pihak Aston tadi, luapan air bercampur lumpur tersebut diduga akibat adanya kerusakan atau kebocoran pada tangki penampungan, air” jelasnya.

Sementara itu, Suliani yang juga merupakan warga terdampak menjelaskan ​kejadian ini memang baru pertama kali, namun bau menyengat seringkali Ia rasakan di kawasan pemukimannya (aston-red)

“Kejadian ini memang baru pertamakali, tapi bau menyengat seperti bau kotoran itu sudah sering tercium di kawasan saluran drainase aston ini,” ungkap Suliani sambil menunjuk saluran limbah aston.

Meski penanganan awal berupa pembersihan area pekarangan telah dilakukan, warga berharap pihak pengelola dapat segera melakukan perbaikan permanen pada fasilitas penampungan tersebut agar kejadian serupa tidak kembali terulang dan mencemari lingkungan pemukiman warga.

(Ags)

error: Content is protected !!