Friday, October 30, 2026

Kadis Kesehatan Sintang Tekankan Tiga Kunci Gercep Stunting: Dinkes, Puskesmas, dan Lintas Sektor Harus Bergerak Bersama

0
7
Foto : ISt

LINTASKAPUAS  SINTANG — Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Rosa Trifina, menegaskan penurunan stunting tidak dapat diserahkan kepada satu pihak saja. Ia menekankan tiga hal penting yang harus dijalankan bersama: Dinas Kesehatan memastikan arah dan mutu layanan, Puskesmas menjangkau sasaran secara tepat, serta lintas sektor menciptakan dukungan keluarga yang sehat.

Dukungan itu disampaikan Rosa saat mengarahkan pelaksanaan Lokakarya Mini Lintas Sektor Wilayah Kerja Puskesmas Tanjungpuri, Kecamatan Sintang, di Aula CU Keling Kumang, Kamis (29/10/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Camat Sintang, jajaran Puskesmas Tanjungpuri, Forkopimcam, PKK, serta pihak terkait lainnya.

Rosa menyatakan Dinas Kesehatan sangat mendukung Gerakan Cepat Pencegahan dan Penanganan Stunting (Gercep Stunting) di wilayah kerja Puskesmas Tanjungpuri. Menurutnya, sinergi lintas sektor menjadi kunci karena penanganan stunting menyangkut pelayanan kesehatan, gizi, lingkungan, pendataan, hingga dukungan keluarga.

Angka Stunting Masih Menjadi Tantangan

Rosa mengungkapkan, berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, angka stunting di Kabupaten Sintang tercatat 31 persen. Sementara berdasarkan Pemantauan Status Gizi (PPGM) pada tahun yang sama, angkanya tercatat 21,28 persen. Pada 2025, tidak ada survei pengukuran SSGI.

“Berapa pun angkanya, ada tantangan besar yang membutuhkan tindakan bersama yang lebih terarah,” ujar Rosa.

Ia menilai perbedaan data dari berbagai sumber pengukuran tidak boleh membuat gerakan pencegahan stunting berhenti. Yang utama, kata dia, adalah memastikan intervensi sampai kepada keluarga dan anak yang paling membutuhkan.

Tiga Poin Penting Gercep Stunting

Rosa menjelaskan ada tiga poin penting yang harus dipahami dan dilaksanakan bersama dalam Gercep Stunting.

Pertama, Dinas Kesehatan harus memastikan arah, dukungan, dan mutu pelayanan. Hal itu mencakup penguatan pembinaan teknis, peningkatan kompetensi tenaga, ketersediaan alat ukur, pemenuhan kebutuhan pelayanan gizi, serta penguatan jejaring rujukan.

Dinas Kesehatan juga bertugas memantau hasil kegiatan dan mengoordinasikan penyelesaian hambatan yang tidak dapat ditangani sendiri oleh Puskesmas.

Kedua, Puskesmas diminta memastikan upaya pencegahan dan penanganan benar-benar sampai kepada sasaran. Rosa menekankan penguatan pencegahan anemia, terutama pada remaja putri dan ibu hamil, pemeriksaan kehamilan, dukungan ASI eksklusif, pemberian makanan pendamping ASI, serta imunisasi.

“Pastikan pertumbuhan balita diukur secara benar dan teratur. Anak yang mengalami gangguan pertumbuhan harus segera diperiksa, dipahami, dirujuk bila diperlukan, dan ditindaklanjuti,” pesan Rosa.

Ketiga, lintas sektor harus memastikan keluarga memiliki lingkungan dan dukungan yang memungkinkan kehidupan lebih sehat. Kepala desa dan lurah didorong mendukung Posyandu, pendataan sasaran, kegiatan, serta anggaran sesuai kewenangan masing-masing.

Sementara itu, PKK diharapkan membantu keluarga dalam mengakses pelayanan kesehatan dan program pendukung lainnya.

Empat Hasil yang Diharapkan

Rosa berharap lokakarya mini tersebut menghasilkan empat hal utama: data sasaran yang valid, pembagian tugas yang jelas, batas waktu pelaksanaan, serta evaluasi hasil secara berkala.

Ia juga meminta seluruh pihak memprioritaskan keluarga yang paling membutuhkan. Bantuan pangan, pelayanan kesehatan, pendampingan, dan perbaikan lingkungan harus saling melengkapi pada sasaran yang sama.

“Jangan bekerja sendiri-sendiri. Data harus akurat, peran harus jelas, dan hasilnya harus dievaluasi secara berkala,” tegas Rosa.

Melalui Gercep Stunting, Pemerintah Kabupaten Sintang berharap kolaborasi antara Dinas Kesehatan, Puskesmas, pemerintah desa dan kelurahan, PKK, serta lintas sektor dapat mempercepat penurunan angka stunting secara nyata di wilayah kerja Puskesmas Tanjungpuri.(Release Humas Pemda Sintang)

error: Content is protected !!