Saturday, October 3, 2026

4 Orang Alami Kecelakaan Kerja di PLTU Ketapang, Manajemen Perusahaan Bungkam, Polisi Akan Dalami Kasus

0
354
Foto suasana di kawasan PLTU Ketapang, Tampak keluarga korban masih menunggu di luar pagar PLTU. (Foto Ags)

LINTASKAPUAS I KETAPANG – Insiden kecelakaan kerja di PT PLN Nusantara Power, Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Ketapang, Jalan Hayam Wuruk Desa Sukabangun Dalam, Kecamatan Delta Pawan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat kembali terjadi.
Dimana empat pekerja dikabarkan terperosok kedalam cerobong pembakaran bahan bakar PLTU, pada Rabu (21/01/2026), sore.

Diduga kejadian akibat pihak perusahaan juga melalaikan Keselamatan, Kesehatan dan Kerja (K3).

Dari insiden tersebut dua orang pekerja dinyatakan meninggal dunia sementara 2 orang selamat, namun masih mengalami trauma hingga harus dirawat RSUD Ketapang.

Saat dikonfirmasi, ‎salah satu anggota keluarga korban mengungkapkan bahwa peristiwa tersebut terjadi sebelum pukul 16.00 WIB, saat para pekerja tengah menjalankan aktivitas di area cerobong pembakaran. Namun hingga malam hari, keluarga mengaku belum mendapatkan penjelasan resmi mengenai kondisi para korban.

‎“Kejadiannya sebelum jam empat sore. Tapi sampai sekarang kami tidak tahu bagaimana keadaan mereka,” ujar perwakilan keluarga korban di lokasi.
‎
‎Keluarga juga menyoroti tidak tersedianya ambulans milik perusahaan saat proses evakuasi korban pertama dilakukan. Menurut mereka, kondisi ini menunjukkan lemahnya penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), terutama mengingat area kerja PLTU memiliki tingkat risiko tinggi.

‎“Ambulans perusahaan tidak ada. Seharusnya untuk tempat kerja seperti ini, ambulans selalu siap. Korban yang dievakuasi pertama malah dibawa menggunakan mobil biasa,” ungkapnya.
‎
Dari ‎pantauan di lapangan menunjukkan keluarga korban masih bertahan di sekitar gerbang PLTU Ketapang hingga malam hari. Istri, orang tua korban, serta anak korban tampak menunggu dengan penuh kecemasan. Keluarga mengaku tidak diizinkan masuk ke area perusahaan dan tidak menerima penjelasan langsung dari pihak manajemen.
‎
‎Seiring waktu, jumlah warga dan keluarga pekerja yang berkumpul di depan gerbang PLTU semakin bertambah. Mereka meminta kejelasan terkait kronologi kejadian, kondisi korban, serta tanggung jawab perusahaan atas keselamatan para pekerja.
‎
Informasi yang beredar menyebutkan keempat korban merupakan pekerja dari perusahaan vendor PT Limas yang sedang melaksanakan pekerjaan perawatan (maintenance) di area PLTU Ketapang.

Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen PLTU maupun perusahaan vendor belum memberikan pernyataan resmi kepada keluarga korban maupun awak media.

Sementara itu, Saat dikonfirmasi, Kasat Reskrim Polres Ketapang, AKP Dedy Syahputra Bintang, mengatakan, terkait insiden kecelakaan kerja di PLTU Ketapang ini, pihaknya akan melakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Terkait hal tersebut baru saja di laporkan dan sedang kita dalami dan periksa saksi-saki yang ada di TKP,” ujarnya.

(Ags)

error: Content is protected !!