Martin Rantan Ajak Masyarakat Tetap Produktif Ditengah Pandemi Dengan Menerapkan Prokes

0
529
Foto Bupati Ketapang, Martin Rantan, saat diwawancarai awak media. (Istimewa)

LINTASKAPUAS I KETAPANG – Bupati Ketapang Martin Rantan mengakui, di masa pandemi semuanya serba sulit. Tak hanya bagi pemerintah namun juga bagi masyarakat. Meski demikian ia tetap mendorong warganya selalu bekerja agar tetap produktif tentunya dengan disiplin penerapan Protokol Kesehatan (Prokes).

“Di masa pandemi ini kita harus berkerja, bekerja banyak cara, ada yang dari rumah atau ada yang berkerja di luar, kita harus tetap bekerja namun dengan tetap menerapkan protokol kesehatan,” ujar Martin Rantan, saat ditemui di ruang kerjanya belum lama ini.

Menurut Martin, bekerja merupakan kewajiban setiap kepala rumah tangga. Jika tidak maka rumah tangga tersebut akan kekurangan secara ekonomi.

“Kalau tidak bekerja tidak akan ada produktifitas, tidak ada hasil yang akan kita dapatkan, rumah tangga akan kolaps, udah itu daerah akan kolaps dan terakhir negara akan kolaps, karena apa, karena tidak ada pemasukan, karena kita tiap hari harus makan, belanja dan sebagainya,” tuturnya.

“Supaya kita tidak sengsara, harus tetap bekerja, namun tetap menerapkan protokol kesehatan,” timpalnya.

Selain itu, Bupati Ketapang dua periode ini mengajak seluruh unsur masyarakat bergotong royong melawan virus corona, dengan menerapkan protokol kesehatan dan meningkatkan imunitas. Dimulai dari lingkungan keluarga agar saling mengingatkan.

“Jangan suka keluyuran, nongkrong di cafe-cafe sampai tengah malam, berkerumun tak pakai masker. Ini berpotensi dalam penyebaran virus corona,” imbaunya.

Tak hanya itu, Martin juga mengingatkan, kini telah muncul varian baru virus corona. Varian Delta dianggap lebih mematikan dibanding virus sebelumnya. Karena beberapa daerah varian ini telah menyerang anak-anak.

“Jadi saya berpesan kepada bapak ibu, kepala keluarga agar mengingatkan seluruh sanak keluarga, supaya tetap menerapkan protokol kesehatan dan meningkatkan imunitas,” tukasnya. (Agsfy)