GM PT Wika: Geobag Ambruk, Hal yang Wajar Terjadi

0
725
Manager kontruksi proyek mega PT. Wijaya Karya (Wika) Daniel Resdianto

LINTASKAPUAS | SINTANG- Proyek tanggul penahan banjir yang dibangun oleh tim tanggap darurat Kementerian PUPR ambruk akibat luapan air hujan yang menerpa wilayah kota Sintang kemarin.

Proyek pemerintah pusat yang ambruk tersebut sangat cepat viral di media sosial. Pada hari Rabu siang, sekitar pukul 12.00 WIB Bupati Sintang, Jarot Winarno langsung meninjau titik lokasi bangunan Geobag yang ambruk.

Manager kontruksi proyek mega PT. Wijaya Karya (Wika) Daniel Resdianto mengatakan bahwa pembangunan Geobag sepanjang 5.3 kilometer dan mengalami longsor sekitar 200 meter.

“Bangunan yang longsor itu ada sekitar 200 meter, dari 5,3 kilometer panjang yang kita tangani. Hanya 2-5 persen yang mengalami penurunan dan ini merupakan pekerjaan sementara. Jadi itu tidak masalah dan akan segera kita perbaiki kembali,” ucap Daniel.

Daniel menuturkan bahwa untuk pekerjaan tanggap darurat tidak ada item untuk perbaikan tanah dasar, sehingga tidak ada waktu dan kesempatan untuk membuat design bangunan secara permanen.
“Ini hanya pekerjaan sementara sebagai langkah antisipasi cuaca lalina di bulan Februari sesuai dengan prediksi dari BMKG, jadi kalau ada penurunan seperti ini wajar, dan akan kita perbaiki kembali,” ucapnya.

Ia juga mengatakan bahwa bangunan yang ambruk akan dijadikan pihaknya sebagai bahan evaluasi untuk dijadikan sebagai pekerjaan tambahan lanjutan.
“Ada beberapa titik spot yang rawan akan terjadi longsor akan kita lakukan penanganan khusus,”ucapnya.

Masalah adanya pro-kontra dengan masuknya program proyek Tanggap Darurat pembangunan Geobag dari masyarakat setempat merupakan hal yang biasa terjadi dan untuk menangani itu bukan menjadi kewenangan pihaknya.
“Kami ini hanya sebagai pelaksana sesuai dengan intruksi langsung dari PUPR. Masalah pro-kontrak di warga itu sebuah hal yang biasa. Cuma pemerintah pastinya tidak sembarangan untuk menentukan situasi dan kondisi. Apapun keputusan pemerintah, kami penyedia jasa sudah berusaha maksimal mungkin menangani tanggap darurat di Sintang, ikhawalnya kekhawatiran terjadinya banjir dampak lanina bulan Februari. Kalau tidak ada penanganan pemerintah, (nanti) dianggap tidak hadir kembali. Kalau buat permanen itu butuh waktu panjang,” pungkasnya.