Sekda Sintang Minta Peserta Kaji Terap ke Desa Lemukutan Serius

0
431
Sekda Sintang memberikan pengarahan bagi kepala desa yang akan berangkat untuk mengikuti kegiatan Kaji Terap di Desa Lemukutan

LINTASKAPUAS | SINTANG – Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang Dra. Yosepha Hasnah, M.Si ikut memberikan pengarahan pada pelepasan 126 peserta Kaji Terap ke Desa Lemukutan Kecamatan Sungai Raya Kepulauan Kabupaten Bengkayang pada Minggu, 2 Oktober 2022 di Pendopo Bupati Sintang.

Kepada para peserta kaji terap, Yosepha Hasnah menyampaikan harapannya agar 126 orang peserta kaji terap ke Desa Lemukutan ini, ketika kembali ke Kabupaten Sintang bisa mengembangkan BUMDes nya masing-masing.

“Kembangkan BUMDes di desa masing-masing sesuai dengan potensi yang ada. Saya mendapatkan informasi dari Bapak Gubernur Kalbar bahwa di Kalimantan Barat ini ada 3 BUMDes yang diunggulkan yakni 2 BUMDes di Sambas dan 1 di Mempawah dan akan segera menyusul BUMDes di Bengkayang dan Kubu Raya,” terang Yosepha Hasnah.

“Desa di Kabupaten Sintang ini menjadi desa pertama di Kalbar yang akan melakukan kaji terap. Kami berharap dengan kaji terap ini, peserta kaji terap bisa mengembangkan BUMDesnya dengan baik. Paling tidak sesuai dengan potensi yang ada di desa masing-masing meskipun juga terkendala infrastruktur. Kalau potensi, daerah kita tidak kalah juga seperti potensi wisata alam yang pantas dijual hanya saja infrastruktur belum memadai,” terang Yosepha Hasnah.

“Untuk potensi wisata yang ada di Kecamatan Kelam Permai dan Dedai, sebenarnya mudah dijual karena sudah dikenal oleh masyarakat dan didukung akses jalan yang sudah ada. Homestay di Desa Lemukuatan memang sangat banyak, karena hampir setiap rumah dijadikan homestay, itu bisa dipelajari caranya. Setahu saya, Desa Lemukutan ini cukup bersih. Itu bisa ditiru, supaya masyarakat dan pemerintah desa di Kabupaten Sintang juga bisa menjaga kebersihan desanya,” tambah Yosepha Hasnah.

“Para Camat juga harus belajar di sana. Setiap kecamatan, saya minta ada 2 atau 3 desa yang berhasil mengembangkan BUMDesnya dan memiliki keunggulan. Supaya nanti, BUMDesnya bisa bersaing di level Kalimantan Barat dan desa lain nanti akan belajar ke desa tersebut,” tambah Yosepha Hasnah.

“Ke depan, ADD bisa saja dikurangi oleh Pemerintah Pusat. Sehingga BUMDes harus dikembangkan dan mampu menghasilkan pendapatan asli desa. Sehingga saat ADD dikurangi, desa sudah siap. Semua potensi yang ada di desa, didata dan dibenahi, lalu dipromosikan kepada masyarakat luas sehingga ke depan bisa mendatangkan pendapatan asli desa” tambah Yosepha Hasnah.

“Karena kalian akan ke tempat orang, saya pesankan agar jaga diri. Perhatikan larangan-larangan yang ada. Hormati dan hargai mereka. Jaga nama baik daerah kita. Bawa hal-hal yang baik dan positif dari Desa Lemukutan ke desa masing-masing,” pesan Yosepha Hasnah.