LPG 3 Kilogram Langka, Harga Jual Tak Sesuai HET

0
586
Foto ilustrasi LPG 3 Kilogram Subsidi. (Foto Net)

LINTASKAPUAS I KETAPANG,- Kelangkaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) subsidi 3 kilogram di pusat kota Kabupaten Ketapang sepekan terakhir ini menjadi keluhan masyarakat, terutama ibu rumah tangga.

Yunita (34), salah seorang warga Desa Kalinilam, Kecamatan Delta Pawan mengaku resah sulitnya mendapatkan gas melon membuat dirinya tak bisa memasak di dapur.

“Sejak satu minggu terakhir ini. Gas LPG 3 Kilogram sulit didapat, jika pun ada harganya mahal sampai 40 ribu, kalau seperti ini kita makin sulit,” ketusnya.

Sementara itu, Desi (29) warga Kelurahan Mulia Baru, Kecamatan Delta Pawan, juga mengaku kesulitan mendapatkan gas bersubsidi tersebut. Tak mendapatkan gas untuk memasak, Ibu dua anak itu terpaksa membeli masakan jadi.

Desi mengatakan, selama ini dia membeli gas LPG di warung eceran. Harganya Rp 30 hingga 35 ribu. Namun sudah beberapa hari ini, sejumlah warung yang biasa menjual gas LPG, tak lagi menyediakannya.

“Sudah keliling ke mana-mana, biasa mudah, banyak di warung – warung, tapi sekarang sudah tidak ada lagi, jadi kami ibu rumah tangga terpaksa beli masakan jadi,” ucapnya.

Menanggapi langkanya LPG, Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak Bumi dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Kabupaten Ketapang Riza Fauzan mengatakan, sejauh ini distribusi dari agen ke pangkalan gas LPG di Kabupaten Ketapang masih lancar.

Menurutnya, kalaupun ada keterlambatan pengiriman, biasanya dikarenakan faktor cuaca, yang membuat pasokan gas dari Kota Pontianak terhambat.

“Namun berdasarkan informasi dari para agen LPG di Ketapang, distribusi ke pangkalan masih lancar,” ungkapnya.

Terkait mahalnya harga Gas LPG, Riza menegaskan, pangkalan LPG wajib menjual LPG bersubsidi sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Namun untuk pengecer yang tidak resmi, pihaknya mengaku tidak bisa menjamin dan mengontrol harga.

“Kami meminta agar pangkalan LPG bersubsidi dapat menyalurkan gas melon ke pada warga yang benar-benar berhak,” tegasnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Disprindagkop Kabupaten Ketapang, Asep Suhendar mengatakan, pihaknya belum bisa memberikan keterangan terkait penyebab langkanya Gas LPG ini, namun pihaknya sudah melakukan pengecekan dilapangan.

“Infonya baru saya dapat tadi malam, jadi tadi pagi kita rapat dan hari ini tim kita sedang melakukan pengecekan ke lapangan guna memastikan apa penyebab kelangkaan Gas LPG ini,” akunya.

Terkait HET LPG subsidi ini pihaknya mengaku adanya perubahan harga, namun belum bisa menyebutkan berapa harga yang ditetapkan.

“Terkait HET ini, memang ada perubahan untuk di wilayah perhuluan, namun, untuk datanya masih ada di Ekbang. Jika sudah ada nanti akan kami sampaikan,” tukasnya.

(Ags)