Apresiasi Pembangunan Ketapang, Ketua PCNU: Kritik Jangan Pakai ‘Penyakit’ Kebencian!

0
138
Foto: Ketua Tanfidziyah PC Nahdlatul Ulama (PCNU) Ketapang, KH Abdullah Al Faqir. (Foto Ist)

LINTASKAPUAS I ​KETAPANG – Ketua Tanfidziyah PC Nahdlatul Ulama (PCNU) Ketapang, KH Abdullah Al Faqir, secara terbuka memberikan apresiasi tinggi terhadap rapor kinerja satu tahun kepemimpinan Bupati Alexander Wilyo dan Wakil Bupati Jamhuri Amir.

​Kiai Faqir menegaskan bahwa arah pembangunan Ketapang saat ini sudah berada di jalur yang benar (on the track), terutama dalam strategi percepatan ekonomi melalui pemerataan infrastruktur.

Namun, ia juga memberikan peringatan keras terkait etika dalam melontarkan kritik di ruang publik.

Poin-Poin Utama Pernyataan Ketua PCNU:

​Apresiasi Infrastruktur: Pembangunan akses transportasi dinilai sebagai langkah strategis yang matang untuk memicu pertumbuhan ekonomi daerah secara fundamental.

​Kritik Harus Sehat: Mengkritik adalah hak, namun harus objektif dan adil. Kiai Faqir menyebut kritik yang didasari sentimen pribadi dan pikiran sempit sebagai “penyakit” yang harus diobati.

​Kepemimpinan Kolaboratif: Pemerintah dinilai terbuka dalam menyerap aspirasi dari berbagai elemen masyarakat selama setahun terakhir.

​Fokus pada Kinerja: Masyarakat diminta tidak terjebak pada penilaian personal sosok pemimpin, melainkan melihat hasil nyata pembangunan.

​”Kritik itu penting sebagai pengawal pembangunan, tetapi harus adil dan tidak didasari cara pandang yang sempit. Jika hanya ingin menjatuhkan tanpa melihat fakta yang baik, itu penyakit yang harus diobati,” kata KH Abdullah Al Faqir, Pengasuh Ponpes Mambaul Khairat.

Analisis Kinerja: Fondasi Ekonomi & Keterbukaan

​Menurut Kiai Faqir, konsep pembangunan yang dijalankan saat ini bukanlah langkah instan, melainkan hasil perencanaan matang. Fokus pada sektor infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan adalah kunci utama yang harus didukung oleh seluruh lapisan masyarakat Ketapang.

​Meskipun dihadapkan pada tantangan efisiensi anggaran, PCNU Ketapang mendorong pemerintah untuk terus meningkatkan progres pembangunan.

Sinergi antara pemerintah dan masyarakat dianggap sebagai modal utama agar program strategis daerah dapat dirasakan manfaatnya secara luas.

​Kesimpulan: PCNU Ketapang mengajak masyarakat untuk menjadi mitra kritis yang konstruktif—mendukung program yang baik dan memberikan masukan yang cerdas—demi kemajuan Kabupaten Ketapang tanpa harus memecah belah persatuan.

(Ags)