
LINTASKAPUAS.COM,SINTANG-Majelis Adat Budaya Melayu Kabupaten Sintang menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) film G30S/PKI, Minggu (30/9) di Rumah Adat Melayu Tepak Sirih. Nobar dihadiri Bupati Sintang didampingi oleh Komandan Kodim 1205 Sintang.
Bupati Sintang mengatakan, dengan menonton ulang film G30S/PKI tersebut, mengingatkan kita agar lebih waspada terhadap radikalisme. “Bangsa kita masih bisa terancam seperti yang ada difilm tersebut. Dengan demikian saya minta kita lebih waspada lagi, kita lebih siap lagi untuk menghadapi timbulnya dampak kaum komunis di tengah-tengah kita. Apalagi bahaya seperti radikalisme ini masih ada di sekitaran kita”, tuturnya.
Jarot menilai bahwa film G30S/PKI ini memiliki hikmah dan makna tersendiri. Nilai yang kita dapat ambil dari film ini pada akhirnya Pancasila ini luhur, tidak bisa terkoyak begitu saja dan tidak ada lagi ideologi yang lebih hebat selain Pancasila.
“Dengan demikian kita harus selalu berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk agar kita mendapatkan perlindungan dari-Nya terhadap kaum-kaum radikalisme di sekitaran kita”, tambahnya.
Komandan Kodim 1205 Sintang, Letkol. Inf. Rachmat Basuki mengatakan bahwa pemutaran film ini menjadikan pembelajaran bagi semuanya terhadap apa itu PKI.
“Jadi dengan nobar ini menjadi pembelajaran kita semua selaku aparat keamanan tentang adanya gerakan untuk mengganti ideologi Pancasila ke ideologi komunis. Dan ini sudah nyata jelas dilakukan oleh partai terlarang. Dengan demikian kita harus menghormati keputusan Pemerintah yang tertuang dalam TAP MPRS dan UU,” kata Dandim.
Dandim berpesan agar kedepannya tetap selalu waspada terhadap berkembangnya ideologi komunis dikalangan masyarakat.
“Kita harus meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya atau berkembangnya ideologi komunis. Mungkin melalui gaya komunis gaya baru dan perlu kita antisipasi. Demikian pemutaran film ini paling tidak generasi muda kita tahu bahwa dulu ada sejarah pahit yang berupaya untuk melakukan penghianatan terhadap pancasila,” pesannya.
Ketua Umum DPD Majelis Adat Budaya Melayu Kabupaten Sintang, H. Ade Kartawijadja mengatakan bahwa menyelenggarakan kegiatan ini dalam rangka untuk mengingat sejarah Indonesia pada tahun 1965 yang lalu.
“Tujuannya untuk mengedukasikan sejarah bangsa agartidak dilupakan, membangun budaya anti komunis di kaum muda. Karena komunis ini merupakan hal yang terlarang, juga kita mengupayakan mencegah dan mendidik, serta mengetahui dan menolak paham ajaran komunis untuk menjaga Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia,” kata H. Ade Kartawijadja.










