Sunday, October 4, 2026

Buka Puasa di Keraton Matan, Bupati Ketapang Tegaskan Komitmen Jaga Warisan Budaya

0
193

LINTASKAPUAS I ​KETAPANG – Bupati Ketapang, Alexander Wilyo menghadiri agenda buka puasa bersama yang diselenggarakan oleh Ikatan Keluarga Besar Kerajaan Matan Tanjungpura (Ikkramat) di Keraton Matan, Kelurahan Mulia Kerta, Rabu (4/3/2026).

Kehadiran orang nomor satu di Ketapang tersebut disambut dengan prosesi adat kental sebagai bentuk penghormatan terhadap tamu daerah.

​Kedatangan rombongan disambut dengan atraksi Silat Kutemare, pengalungan syal kerajaan, serta dentuman Meriam Pusaka Padam Pelite.

Selain itu, Bupati juga menjalani ritual Tepung Tawar yang merupakan tradisi penyucian diri dan doa keselamatan dalam budaya Melayu.

​Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa Ketapang merupakan “rumah besar” bagi seluruh elemen masyarakat tanpa memandang perbedaan suku maupun agama.

Ia menekankan bahwa keberagaman adalah kekuatan utama dalam membangun daerah.

​”Saya memandang keberagaman ini adalah kekuatan utama kita. Keraton Matan bukan sekadar bangunan bersejarah, melainkan aset negara dan daerah yang sangat berharga,” ujar Bupati.

​Ia menambahkan bahwa nilai-nilai luhur yang ada di Keraton harus tetap dijaga agar menjadi kompas moral bagi generasi mendatang.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap pelestarian sejarah, Bupati turut serta menyalakan Meriam Padam Pelite, sebuah meriam pusaka berusia ratusan tahun, sesaat sebelum waktu berbuka puasa tiba.

​Sementara itu, Dewan Mangku Ikkramat, Uti Royden Top, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mempererat tali persaudaraan antara keluarga besar kerajaan dengan pemerintah daerah.

​”Kegiatan ini selain sebagai wadah silaturahmi, juga untuk mempererat jalinan keluarga Kerajaan Matan dengan Bupati,” pungkasnya.

​Bupati juga memberikan apresiasi tinggi kepada Ikkramat yang konsisten merawat benda-benda pusaka, termasuk sepasang meriam pusaka yang hingga kini masih berfungsi dengan baik.

Sinergi antara pemerintah dan lembaga adat diharapkan dapat terus menjaga identitas sejarah Ketapang di tengah modernisasi.

(Ags)

error: Content is protected !!