Saturday, October 3, 2026

Bupati Dukung Karya Bakit TNI : 32 Pasien Jalani Operasi Bibir Sumbing Gratis Di Sintang

0
8

LINTASKAPUAS | SINTANG — Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala memberikan dukungan penuh pada Karya Bakti Besar TNI Angkatan Darat yang menggelar operasi bibir sumbing gratis di Rumah Sakit Tingkat IV Pratama Sintang, Denkesyah Seroja, Selasa (18/8/2026). Kegiatan yang difasilitasi kerja sama antara TNI AD dan Smile Train ini menargetkan 32 pasien dari Sintang dan kabupaten tetangga.

Pembukaan acara dihadiri jajaran TNI dan tokoh kesehatan, termasuk Ketua dan tim Smile Train Jakarta Mayjen (Purn) dr. Budiman dan Mayjen (Purn) dr. Asrofi Surachman, Kasrem 121/Alambhana Wanawai Kolonel Inf Dadang Ismail Marzuki, Dandenkesyah Letkol Ckm. Cipto Danu Susilo Maruto, unsur Forkopimda Sintang, tenaga medis serta keluarga pasien.

Bupati Gregorius menyebut operasi massal ini sebagai “karya yang mulia” dan menyampaikan apresiasi atas inisiatif TNI AD dan Smile Train. “Pemkab Sintang mendukung dan berterima kasih atas karya bakti yang dilakukan oleh TNI Angkatan Darat dengan melakukan operasi bibir sumbing secara gratis bagi warga Kabupaten Sintang. Ini sangat membantu warga kami yang mengalami bibir sumbing,” ujarnya.

Gregorius mengingatkan besarnya wilayah dan populasi Sintang — sekitar 480.000 jiwa — sehingga kebutuhan layanan kesehatan khusus masih tinggi. Dari 32 pasien yang dijadwalkan menjalani operasi, tidak semua berasal dari Sintang; beberapa berasal dari Sanggau dan Kapuas Hulu. Hal ini, menurut Bupati, menunjukkan pentingnya program bantuan medis berskala regional.

Bupati juga meminta pemerintah desa aktif mendata warganya yang memiliki kondisi kelainan bawaan seperti bibir sumbing atau celah langit-langit mulut agar ketika program operasi gratis digelar, data sudah siap dan akses pasien makin cepat. “Saya mendorong pemerintah desa di Kabupaten Sintang ini untuk mendata warganya yang mengalami kondisi khusus… sehingga kalau ada program operasi gratis, datanya sudah ada,” katanya.

Kegiatan karya bakti TNI AD itu tidak hanya memberikan tindakan medis gratis, tetapi juga memperkuat sinergi antara institusi militer, organisasi non-pemerintah kesehatan, dan pemerintah daerah dalam menjangkau layanan kesehatan bagi masyarakat terpencil. Panitia dan tim medis menyatakan operasi akan dilaksanakan secara bertahap dengan protokol kesehatan ketat dan tindak lanjut pasca-operasi untuk memastikan pemulihan dan rehabilitasi fungsi bicara serta sosial pasien.

Dengan inisiatif ini, warga yang sebelumnya terkendala biaya atau akses diharapkan mendapatkan kesempatan mendapatkan penanganan bedah rekonstruktif yang meningkatkan kualitas hidup, pendidikan, dan integrasi sosial anak-anak penyandang bibir sumbing.

error: Content is protected !!