Monday, October 5, 2026

Bupati Ketapang Bacakan Amanat Menteri Agama di Peringatan Hari Santri Nasional 2025

0
201
Sesi Foto Bersama Peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2025. (Ist)

LINTASKAPUAS I KETAPANG – Dalam suasana khidmat dan penuh semangat kebangsaan, Pemerintah Kabupaten Ketapang menggelar Apel Peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2025 di halaman Kantor Bupati Ketapang, Rabu (22/10/2025), pagi.

Dalam kegiatan tersebut Bupati Ketapang, Alexander Wilyo hadir langsung sebagai Pembina Apel, sekaligus membacakan Amanat Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA.

Dalam amanatnya, Menteri Agama menyampaikan rasa syukur dan kebanggaan kepada seluruh santri di penjuru tanah air yang telah berkontribusi besar dalam menjaga keutuhan bangsa.

Selain itu, dirinya menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya 67 santri dalam musibah di Pesantren Al-Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur.

“Kementerian Agama, dalam amanat ini menyampaikan bahwa pihaknya telah hadir langsung memberikan bantuan dan memastikan proses pemulihan berjalan dengan baik,” kata Bupati.

Selain itu juga, Menteri Agama juga menjelaskan bahwa, penetapan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri berakar dari Resolusi Jihad yang dicetuskan oleh Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari pada tahun 1945. Yakni, sebuah fatwa tentang kewajiban berjihad mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

“Semangat jihad itulah yang membakar perjuangan rakyat hingga terjadinya peristiwa heroik 10 November 1945 di Surabaya, yang kini dikenang sebagai Hari Pahlawan,” jelas Bupati.

Maka dari itu, lanjutnya, Tahun 2025 menandai satu dekade peringatan Hari Santri Nasional sejak ditetapkan pada tahun 2015.

Tak hanya itu, Dalam amanatnya, Menteri Agama juga menegaskan bahwa peran pesantren dan santri kini semakin kuat dalam berbagai bidang kehidupan.

“Pesantren bukan hanya lembaga pendidikan keagamaan, tetapi juga pusat pembentukan karakter dan moral bangsa,” nilainya.

“Dari pesantren lahir generasi yang cerdas secara intelektual, kuat secara spiritual, dan kokoh secara moral,” tutup Bupati membacakan Amanat Menteri Agama.

Untuk diketahui, Peringatan Hari Santri 2025 mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia”.

Tema ini menggambarkan semangat santri untuk tidak hanya menjadi penjaga kemerdekaan, tetapi juga penggerak kemajuan bangsa dan pembawa nilai-nilai Islam Rahmatan Lil Alamin dalam membangun peradaban dunia yang damai, adil, dan berkeadaban.

Negara melaui Menteri Agama juga telah menunjukan komitmen terhadap pesantren, di antaranya melalui Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren, serta Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2021 tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren yang memuat ketentuan Dana Abadi Pesantren.

Selain itu, sejumlah pemerintah daerah juga telah menerbitkan Peraturan Daerah tentang Pesantren sebagai bentuk dukungan konkret terhadap keberlangsungan pendidikan pesantren di tingkat lokal.

Tak hanya itu, Pesantren kini juga dilibatkan dalam berbagai program strategis pemerintah, seperti Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG).

Kedua program ini menjadi wujud nyata perhatian negara terhadap kesejahteraan santri. Untuk itu, dalam amanatnya Menteri Agama turut menyampaikan apresiasi kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, atas kebijakan dan program yang membawa dampak positif bagi dunia pesantren dan pendidikan keagamaan di Indonesia.

“Saya berpesan agar santri menjadi generasi yang berilmu, berakhlak, dan berdaya. Santri diharapkan tidak hanya menguasai kitab kuning, tetapi juga mampu mengikuti perkembangan teknologi, sains, dan bahasa dunia, serta membawa semangat pesantren ke ruang publik dan dunia profesional,” pesan Bupati Ketapang.

“Rawatlah tradisi pesantren, tetapi peluklah pula inovasi zaman. Bawalah semangat pesantren ke dunia kerja dan ke ranah internasional. Karena dari tangan para santrilah, masa depan Daerah dan Indonesia akan ditulis,” tambahnya.

Untuk diketahui pula, usai kegiatan apel, Bupati memberikan tali asih kepada 200 santri, sebagai bentuk kepedulian dan dukungan pemerintah daerah terhadap peran penting santri dalam membangun Ketapang yang religius, berkeadilan, dan berkeadaban.

Selain itu, dikesempatan yang sama, Bupati juga menerima hadiah berupa tongkat dan syal dari Rois Syuriah PCNU Ketapang KH. Jemaie Makmur sebagai bentuk tali asih dan menjadi simbol keharmonisan ulama kepada umara.

Dalam rangkaian apel juga, Ketua PCNU Ketapang Dr. KH. Abdullah Al Faqir, ME membacakan Resolusi Jihad yang membangkitkan semangat perjuangan para santri dan ulama, dilanjutkan doa oleh Rois Syuriah PCNU KH. Jemaie Makmur memohon keberkahan bagi bangsa dan daerah.

(Ags)

error: Content is protected !!