
LINTASKAPUAS I KETAPANG – Di tengah situasi yang semakin ekstrem dan mengkhawatirkan, Bupati Ketapang, Alexander Wilyo meminta seluruh camat dan kepala desa memperkuat langkah pencegahan di wilayah masing-masing.
Pemerintah kecamatan dan desa diminta aktif memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan maupun hutan dalam bentuk apa pun.
Larangan tersebut juga mencakup pembakaran sampah rumah tangga yang berpotensi memicu kebakaran lebih besar di tengah kondisi cuaca yang sangat kering.
“Tidak boleh membakar dalam bentuk apa pun dan tujuan apa pun. Tahan dulu. Bakar sampah pun jangan dulu,” tegasnya.
Selain Camat dan Kades, Bupati juga menegaskan seluruh perangkat daerah diminta memperkuat kampanye pencegahan dengan memasang baliho, spanduk, serta menyampaikan pesan-pesan edukatif kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan dan mencegah kebakaran.
“Saya meminta para camat menjadi koordinator utama penanganan karhutla di wilayah masing-masing dengan melibatkan unsur Muspika, pemerintah desa, perusahaan, relawan, serta seluruh elemen masyarakat,” tegasnya.
“Saya dengar ada kades dan camat yang tidak aktif. Dan ada, kalau saat Pak Dandim, Bupati, Kapolres baru ada di lapangan. Harus aktif dalam situasi karhutla yang mengkhawatirkan,” timpalnya.
Menurut Bupati, Kecepatan penanganan di tingkat bawah menjadi faktor penting untuk mencegah meluasnya kebakaran dan meminimalkan dampak yang ditimbulkan.
Selain menghadapi kebakaran, pemerintah daerah juga harus menangani persoalan kekeringan dan kesulitan air bersih yang mulai dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah.
Karena itu, Bupati mengajak seluruh pihak memperkuat semangat gotong royong, saling membantu, dan memastikan warga yang mengalami kesulitan memperoleh dukungan yang diperlukan.
“Status tanggap darurat yang telah ditetapkan diharapkan mampu mempercepat mobilisasi sumber daya, memperkuat dukungan dari pemerintah pusat dan pemerintah provinsi, serta meningkatkan efektivitas penanganan karhutla dan dampaknya terhadap masyarakat,” harapnya.
“Di tengah tantangan yang sedang dihadapi, satu pesan yang terus digaungkan adalah bahwa Ketapang merupakan rumah besar kita bersama. Menjaga hutan, mencegah kebakaran, menggunakan air secara bijak, serta saling membantu warga yang terdampak merupakan bentuk tanggung jawab bersama demi melindungi daerah yang kita cintai,” tambahnya.
“Karhutla mungkin menjadi ujian yang berat, tetapi dengan kepedulian, gotong royong, dan langkah nyata dari seluruh elemen masyarakat, Ketapang diyakini mampu melewati masa sulit ini dengan lebih kuat dan lebih siap menghadapi masa depan,” pungkasnya.
(Ags)










