LINTASKAPUAS I KETAPANG – Bupati Ketapang, Alexander Wilyo meninjau progres pemasangan tiang pancang (Mini Pile) di ruas jalan Pelang-Kepuluk, sekaligus memantau perbaikan jalan melalui program CSR gotong royong bersama perusahaan.
Menurut Bupati walaupun hari Minggu, pekerjaan tidak boleh berhenti. Masyarakat menunggu hasil nyata.
“Saya harus memastikan setiap pembangunan berjalan di jalurnya. Dari pantauan beberapa segmen telah berjalan baik, namun ada pula yang masih perlu dorongan agar lebih maksimal,” ujarnya.
Bupati menjelaskan bahwa kondisi saat ini tidak mudah dengan adanya pemotongan anggaran alokasi Transfer ke Daerah (TKD) yang membuat ruang fiskal semakin sempit.
“Masih banyak rencana yang harus ditata ulang, sementara kebutuhan masyarakat terus mendesak. Namun, hal itu tidak akan menyurutkan semangat dan tekad saya untuk terus berjuang,” tegasnya.
“Anggaran boleh berkurang, tapi semangat membangun tidak boleh kendur. Justru di saat seperti ini, komitmen kita diuji. Kita harus bekerja lebih cerdas, lebih gotong royong, dan tetap fokus mewujudkan Ketapang yang maju dan mandiri,” timpalnya.
Ia berpendapat membangun Ketapang bukan hanya tentang proyek dan angka, tetapi tentang tanggung jawab moral kepada masyarakat.
“Saya percaya, dengan kerja keras dan kebersamaan, kita mampu memperkuat pembangunan infrastruktur dasar, seperti jalan, jembatan, listrik, dan akses internet sebagai fondasi pemerataan pembangunan hingga ke pelosok desa,” tuturnya.
“Tidak ada kata berhenti bagi pembangunan Ketapang. Keterbatasan bukan alasan untuk menyerah, justru menjadi pemantik untuk bekerja lebih sungguh-sungguh demi kemajuan daerah yang kita cintai bersama,” pungkasnya.
(Ags)










