
LINTASKAPUAS I KETAPANG – Kabar gembira bagi masyarakat Kecamatan Sandai dan sekitarnya. Pelayanan kesehatan kini semakin dekat dengan diresmikannya operasional Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan Rawat Inap di Rumah Sakit Pratama Sandai “Pangeran Ratu Kusuma Anom,” Senin (14/9).
Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, yang hadir langsung dalam acara tersebut, menegaskan bahwa langkah ini diambil untuk memberikan akses layanan kesehatan yang cepat dan mudah bagi masyarakat, tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke pusat pemerintahan.
”Pelayanan pemerintah harus mendekati masyarakat. Kami ingin masyarakat segera mendapatkan akses layanan kesehatan yang lebih dekat, lebih mudah, dan lebih cepat, terutama saat membutuhkan pertolongan medis mendesak,” ujar Alexander Wilyo.
Bupati menerangkan, meskipun operasional IGD dan Rawat Inap telah dimulai, ini bukanlah peresmian keseluruhan rumah sakit, karena beberapa unit layanan masih dalam tahap penyelesaian. Namun, ia tidak ingin masyarakat harus menunggu sampai seluruh fasilitas rampung untuk merasakan manfaat kehadiran rumah sakit ini.
Sebagai bentuk perhatian, pelayanan kesehatan di RS Pratama Sandai akan digratiskan hingga bulan Desember mendatang.
Acara peresmian ini disambut hangat oleh masyarakat, diawali dengan atraksi pencak silat yang merefleksikan semangat dan kekayaan budaya lokal.
Hadir dalam kegiatan tersebut dr. Feria Kowira, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang, Direktur RS Pratama Sandai Pangeran Ratu Kusuma Anom beserta jajaran, serta tamu undangan lainnya dari unsur TNI, legislatif, kepolisian, tokoh masyarakat, dan perangkat desa.
Selain layanan kesehatan, Bupati juga menghadirkan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil untuk memberikan pelayanan administrasi kependudukan secara langsung di lokasi. Masyarakat dapat mengurus KTP, Kartu Keluarga, dan dokumen lainnya dengan lebih praktis.
RS Pratama Sandai tidak hanya diperuntukkan bagi warga Sandai, tetapi juga dapat dimanfaatkan oleh penduduk dari kecamatan sekitar, seperti Simpang Hulu, Simpang Dua, Sungai Laur, dan Nanga Tayap.
Dalam sambutannya, Alexander Wilyo juga menyinggung kondisi darurat kekeringan serta Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang saat ini melanda Kabupaten Ketapang. Meski pemerintah tengah disibukkan dengan penanganan bencana, ia menegaskan bahwa pelayanan publik tidak boleh terhenti.
”Bagi pemerintah, bencana bukan alasan untuk menghentikan pelayanan. Justru dalam kondisi sulit seperti sekarang, masyarakat semakin membutuhkan kehadiran pemerintah. Pelayanan kesehatan, pendidikan, layanan administrasi, dan infrastruktur harus terus berjalan beriringan,” tegasnya.
Untuk itu, Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat mulai dari TNI, Polri, dunia usaha, tokoh masyarakat, hingga relawan untuk terus bergotong royong melewati masa sulit ini.
Kehadiran RS Pratama Sandai menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik, sesuai dengan Misi ke-7 Pembangunan Kabupaten Ketapang.
”Kami ingin masyarakat tidak hanya mendengar bahwa pemerintah bekerja, tetapi benar-benar merasakan manfaatnya langsung,” pungkas Alexander Wilyo.
(Ags)










