Dukung Swasembada Pangan, Polres Ketapang Lakukan Panen Jagung Kuartal II Secara Serentak

0
34

LINTASKAPUAS I KETAPANG – Dalam rangka mendukung Program Swasembada Pangan Jagung Nasional. Polres Ketapang bersama Pemda dan Jajaran Forkopimda melakukan panen Jagung Kuartal II tahun 2026 secara serentak di Desa Suka Maju Kecamatan Muara Pawan, Sabtu (16/05/2026).

Kegiatan ini dihadiri Sekda Ketapang, Perwakilan Unsur Forkopimda, Kepala Bulog, dan pihak perusahaan serta tamu undangan lainnya.

Selain itu, ​Kegiatan tersebut juga terhubung langsung secara daring melalui Zoom Meeting dengan pusat kegiatan nasional di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, yang dihadiri oleh Presiden Prabowo Subianto dan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

Mewakili Kapolres Ketapang, Wakapolres Ketapang, Kompol Hoerrudin, mengatakan, Polres Ketapang berkomitmen penuh mendukung program ketahanan pangan nasional melalui perluasan lahan jagung di wilayahnya.

Untuk itu, Wakapolres Ketapang Kompol Hoerrudin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengoptimalkan potensi sektor pertanian ini.

​”Pelaksanaan panen jagung serentak ini dipimpin oleh Bapak Presiden yang mana beliau melaksanakan dari Jawa Timur dan kita laksanakan di Kecamatan Muara Pawan,” ujar Kompol Hoerrudin saat memberikan keterangan di lokasi panen.

​Menunjuk hamparan lahan di belakangnya, ia menjelaskan proses hilirisasi yang sedang berjalan di wilayah tersebut.

​”Ini kita lihat di belakang lahannya, luasnya ada 2,5 hektar. Pada hari ini kita melaksanakan panen, kemudian tadi kita lihat juga dari proses panen dilanjutkan pemisahan biji jagung, kemudian dilanjutkan ke pengeringannya. Nanti setelah dikeringkan, dari Bulog sudah siap menerima,” paparnya.

​Hoerrudin juga membakar semangat para petani agar tidak perlu khawatir mengenai serapan pasar hasil panen mereka, karena pemerintah melalui Perum Bulog telah menetapkan standar harga yang pasti.

​”Para petani, ini program pemerintah, programnta Bapak Presiden. Mari kita semangat untuk menanam jagung ini karena jangan takut nanti menjual ke mana. Ini sudah ada dari Bulog yang siap membeli dengan kekeringan 14 persen dengan harga Rp6.400 dan itu tidak kurang. Semoga petani-petani ke depannya dengan program Bapak Presiden ini lebih sejahtera,” tuturnya penuh optimisme.

​Mengenai rencana ke depan, Polres Ketapang memasang target ambisius untuk memperluas area tanam demi memperkuat kemandirian pangan daerah.

​”Mudah-mudahan nanti bisa tembus lahan 1.000 hektar atau mungkin lebih, kita upayakan percepatan. Saya mengajak masyarakat untuk bersama-sama memperluas lahan ini, yang mana ke depannya perkebunan ini pastinya akan diandalkan untuk memenuhi kebutuhan pangan, khususnya yang ada di Kabupaten Ketapang,” tutur. Hoerrudin.

​Hoerrudin menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengintensifkan koordinasi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) serta pemangku kepentingan terkait, khususnya kelompok tani.

Sementara itu, mewakili Bupati Ketapang, Sekda Ketapang, Repalianto menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah, kepolisian, dan instansi pertanian sangat krusial untuk mencapai target swasembada pangan tahun ini.

​”Mulai dari penanaman hingga pemanenan serentak, hal ini adalah bentuk dukungan nyata daerah terhadap program pemerintah pusat. Kita optimis, dengan sinergi yang kuat, target swasembada jagung di Kabupaten Ketapang dapat tercapai,” ujar Sekda di lokasi kegiatan.

​Selain fokus pada lahan pertanian luas, Pemkab Ketapang juga mendorong masyarakat untuk lebih produktif dalam mengelola lahan di sekitar mereka.

“Dengan komitmen bersama, pemanenan jagung ini diharapkan mampu menjadi model kolaboratif yang mendorong ketahanan pangan berkelanjutan di Kabupaten Ketapang,” pungkas Sekda.

Sementara itu, Kepala Bulog Ketapang, Jarau, mengatakan bahwa pihaknya sudah menerima sebanyak 370 Ton jagung dari hasil panen jagung yang dilaksanakan Polres Ketapang.

“Terima kasih kami ucapkan kepada Polres Ketapang yang telah melaksanakan pengadaan jagung sebanyak 370 ton yang telah masuk ke Perum Bulog kantor cabang Ketapang,” ucap Jarau.

Lanjutnya, Adapun jagung itu kami upayakan akan disalurkan melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk koperasi atau peternak mikro, kecil, dan menengah guna menjaga stabilitas harga pakan ternak.

“Sinergi ini bertujuan untuk mengamankan target penyerapan jagung di daerah sekaligus memastikan kesejahteraan petani dan kestabilan harga pakan,” timpalnya.

(Ags)