
(PT.KBAS) dan Agriplus memberikan bantuan bencana banjir berupa sembako ke Kecamatan Jelai Hulu, Rabu (31/08/2022). Bantuan tersebut diterima langsung oleh Camat dan Kapolsek Jelai Hulu.
Saat dikonfirmasi Head Regional BGA Grup Sungai Rasau, Hasmen Sitinjak mengatakan, bahwa bantuan ini diberikan sebagai bentuk komitmen tanggung jawab sosial perusahaan (BGA Group) Khususnya kepada warga sekitar yang terdampak bencana Banjir, guna sedikit meringankan beban para korban.
“Melalui program CSR kali ini kami memberikan bantuan bencana banjir untuk masyarakat di Kecamatan Jelai Hulu. Yang mana hal ini merupakan komitmen serta tanggung jawab kami dalam rangka membantu musibah bencana alam yang terjadi, dalam hal ini banjir khususnya di Kalbar,” ungkapnya.
Hasmen menjelaskan, dalam bantuan kali ini pihaknya memberikan bantuan berupa sembako.
“Adapun bantuan yang diberikan
berupa sembako, seperti Beras 20 karung, Indomie 20 karton, Gula 30 kilo, Minyak Goreng 24 liter, Kopi 18 bungkus, Teh Sari wangi 48 kotak dan Sarden 24 kaleng serta Sabun mandi 10 bungkus,” paparnya.
Hasmen berharap, bantuan tersebut bisa sedikit meringankan beban masyarakat yang terdampak musibah banjir di Jelai Hulu, terlebih Hasmen juga turut prihatin atas musibah banjir yang terjadi dan berharap banjir segera surut.
Sementara itu Camat Jelai Hulu, Markus menyampaikan terima kasih yang mendalam atas bantuan dan empati yang diberikan pihak BGA.
Sebelumnya Camat Markus pernah menjelaskan, bahwa sejumlah desa di Kecamatan Jelai Hulu, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat sempat terendam banjir. Yang mana dijelaskan Markus bahwa banjir terjadi akibat luapan sungai Jelai yang meluap setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur Kabupaten Ketapang sejak beberapa hari terakhir.
Untuk diketahui, sebelumnya ada 10 desa di Kecamatan Jelai Hulu yang terendam banjir yakni, Desa Pangkalan Suka, Riam Danau Kanan, Kesuma Jaya ,Tebing Berseri, Deranuk, Periangan, Penyarang dan Asam Jelai serta Desa Biku Sarana. Dengan perkiraan ada sebanyak 1.063 KK atau 3.318 jiwa warga yang terdampak banjir dengan rata-rata ketinggian air berkisar 2 meter sehingga membuat beberapa Fasilitas umum seperti Masjid ikut terendam. (Ags)










