Thursday, October 22, 2026

Sekda Kartiyus: Berani Bicara Itu Penting, Tapi Etika dan Tanggung Jawab Tak Boleh Ditinggalkan

0
14

LINTASKAPUAS | SINTANG— Berani tampil dan menyuarakan pendapat bukanlah soal gaya, melainkan keberanian yang menentukan masa depan. Hal inilah yang mendasari puluhan perempuan dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan organisasi wanita di Kabupaten Sintang saat berkumpul di Aula Sekretariat Bersama Bappeda Sintang, Rabu (21/10/2026).

Kegiatan yang dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sintang, Kartiyus, mendapat apresiasi tinggi.

Kartiyus menilai bahwa kemampuan “public speaking” bukan lagi domain pejabat atau profesional semata, melainkan modal krusial di dunia kerja, pendidikan, organisasi, hingga interaksi sehari-hari.

“Kemampuan berbicara di depan umum merupakan salah satu keterampilan penting yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan saat ini,”tegas Kartiyus.

Meski demikian, Kartiyus menggarisbawahi bahwa keberanian berbicara harus selaras dengan etika dan rasa tanggung jawab.

“Kegiatan ini bukan hanya bertujuan mengajarkan teknik berbicara yang baik, tetapi juga membangun keberanian, meningkatkan rasa percaya diri, serta mendorong setiap peserta menyampaikan pendapat secara jelas, santun, dan bertanggung jawab,” tambahnya

Kartiyus menambahkan, Di tengah meluapnya arus informasi dan kemudahan bersuara di media sosial, Kartiyus juga mengingatkan pentingnya menjaga etika komunikasi. Kebebasan berpendapat di era digital, menurutnya, harus dibentengi oleh sikap saling menghormati.

“Setiap orang memiliki ruang yang luas untuk berbicara dan menyampaikan pandangan. Tetapi kebebasan tersebut harus disertai dengan etika, tanggung jawab, dan sikap saling menghormati,” pesannya.

Melalui “Seminar Public Speaking” yang diinisiasi oleh Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Sintang, para peserta diajak mendobrak rasa canggung dan melatih salah satu keterampilan mendasar yang kerap terabaikan: berani berbicara dengan percaya diri.

Kepala DP3A Kabupaten Sintang, Edy Harmaeni, menegaskan bahwa agenda ini dirancang jauh melampaui teori komunikasi biasa. Fokus utamanya adalah membakar semangat para perempuan agar lebih berani bersuara, terutama di ruang-ruang strategis pengambilan keputusan maupun di tengah kehidupan bermasyarakat.

Untuk mengupas tuntas materi ini, DP3A menghadirkan dua narasumber berpengalaman, yakni Yosepa Hasnah dan Yuliana Fondasoya Lilistian.

“Kami menghadirkan dua narasumber, yakni Yosepa Hasnah dan Yuliana Fondasoya Lilistian. Sementara pesertanya semuanya perempuan dari OPD dan organisasi wanita yang ada,” ungkap Edy Harmaeni.

Melalui seminar ini, Pemkab Sintang berharap lahir generasi perempuan yang makin tegas, komunikatif, dan tidak ragu memperjuangkan aspirasi demi kemajuan daerah.

Bagi DP3A Sintang, langkah ini mungkin terlihat sederhana, namun sangat strategis: **memastikan bahwa suara perempuan Sintang tidak sekadar ada, tetapi juga didengar, dihargai, dan memberi dampak nyata.

error: Content is protected !!