Jelang Pemilukada Serentak, Polres Ketapang Bersama Kompi 4 Pelopor Brimob Gelar Latihan Pengendalian Massa

0
1235
Kapolres Ketapang saat menyaksikan latihan Simulasi Pengamanan Pemilukada. (Ags Fy)

LINTASKAPUAS I KETAPANG – Persiapan menjelang Pemilu Kepala Daerah Kabupaten Ketapang yang akan digelar tanggal 09 Desember 2020 mendatang secara serentak, anggota Polres Ketapang bersama anggota Batalyon A Kompi 4 Pelopor Brimob Polda Kalbar, menggelar latihan bersama peningkatan kemampuan pengendalian massa di halaman Mapolres Ketapang, Rabu, (12/08/2020) Pukul 09.00 WIB.

Kapolres Ketapang AKBP Wuryantono, yang langsung menyaksikan pelaksanaan latihan dalmas gabungan menyampaikan bahwa latihan rutin peningkatan kemampuan dalmas ini merupakan salah satu bentuk kesiapan personil kepolisian dalam mengamankan rangkaian tahapan pemilukada tahun 2020 di Kabupaten Ketapang.

“Kabupaten Ketapang adalah salah satu dari 7 kabupaten yang menggelar pemilihan kepala daerah yang dimana tahapan pemilukada 2020 sudah didepan mata,” katanya.

Lanjut Ia menjelaskan, dalam latihan ini jajaran anggota Polres Ketapang bersama anggota Batalyon A Kompi 4 Pelopor Brimob Polda kalbar, terus mengasah kemampuan negoisator serta pengendalian massa.

“Polres Ketapang sudah menyiapkan 1 kompi kerangka pasukan Dalmas berjumlah 90 personil Polres yang nantinya akan di bagi lagi menjadi peleton dalmas awal dan peleton dalmas lanjutan guna mendukung pengamanan Pilkada nanti,” jelasnya.

Ia menambahkan, dalam latihan ini di simulasikan bahwa terjadi aksi damai dari sekelompok massa yang tidak terima dengan hasil pemilukada, adanya provokator yang menyelinap dalam kerumunan massa, membuat aksi berubah menjadi ricuh yang akhirnya dilakukan pengendalian massa lanjutan gabungan dari sabhara Polres dan anggota Brimob yang akhirnya situasi dapat dikendalikan oleh pihak Kepolisian.

Sementara itu, dalam penyampaian materi latihan, Kasat Sabhara bersama Danki Batalyon A Kompi 4 Pelopor Ketapang IPTU Zalukhu dan Kanit Dalmas Aipda Bambang, menyampaikan gerakan pengendalian massa dimulai dari eskalasi skala hijau. yakni dalmas awal kemudian, menggunakan alat berupa tameng dan tongkat serta alat pengaman lainnya.

“Rangkaian latihan sudah digelar secara intensif dengan berbagai sistem pengamanan massa dari tingkatan yang paling ringan hingga kemungkinan bilamana terjadinya aksi anarkis dan kekerasan, sudah harus bisa diantisipasi dari sekarang,” tukas Kasat. (Ags Fy)