Satpol PP Panggil Pemilik Tersus Ilegal, PJ Sekda : Yang Melanggar Aturan Harus Ditertibkan

0
716
Foto kondisi di lokasi Tersus Ilegal di bawah Jembatan Pawan 2 pada Selasa (5/1), tampak beberapa Kapal yang bersandar pada Senin (4/1) sudah tidak berada di lokasi. (Foto Khusus)

LINTASKAPUAS I KETAPANG – Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Ketapang kembali memanggil Pemilik Terminal Khusus (Tersus) ilegal yang berada di bawah Jembatan Pawan 2 milik CV. Juara Motor bernama Eko, Selasa, (5/1/2021).

Dipanggilnya Eko yang merupakan salah satu pengusaha di Ketapang tersebut lantaran kerap kali melanggar aturan Pemda Ketapang dengan kembali beraktivitasnya Tersus Ilegal miliknya di tempat yang terlarang.

Saat dikonfirmasi Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Ketapang Muslimin, mengaku akan melakukan rapat bersama instansi terkait dan memanggil pemilik Tersus Ilegal tersebut.

“Besok akan kita pangil, baik itu si Eko, Dishub, KSOP, PTSP, PU untuk menyikapi persoalan ini,” tegasnya, Selasa (5/1).

Sementara itu, saat dikonfirmasi, Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Ketapang, Suherman mengaku kalau dirinya belum dapat berkomentar banyak mengenai persoalan Tersus Ilegal tersebut lantaran dirinya baru menjabat beberapa waktu yang lalu.

“Namun saya sudah koordinasi dengan Kadis Perhubungan dan diakui Kadishub Tersus tersebut tidak memiliki izin atau Ilegal,” katanya, Selasa (5/1).

Ia melanjutkan, dirinya akan melakukan rapat koordinasi dengan perangkat daerah terkait guna mendapatkan informasi secara lengkap dan valid untuk memastikan langkah lebih lanjut yang akan diambil.

“Intinya aturan harus dilaksanakan terutama dari aspek peruntukan kawasan apakah sudah sesuai dan tentu yang melanggar aturan harus ditertibkan,” tegasnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi salah satu pemilik Tersus Ilegal, Eko hingga saat ini tidak mau memberikan tanggapan, pesan singkat dan telepon dari awak media sama sekali tidak mendapatkan jawaban dan balasan dari dirinya.

Sedangkan saat hendak dikonfirmasi, Ayong yang juga pemilik Tersus tersebut dan merupakan ayah dari Eko saat dihubungi mengaku sedang sakit dan tidak dapat memberikan komentar lebih lanjut soal keberadaan kapal-kapal yang masih sering bertambah di Tersus Ilegal tersebut.

“Saya tak mengerti maksudnya, takut salah, saya juga sedang sakit,” tuturnya.

Untuk diketahui, pasca diberitakan oleh awak media, keberadaan beberapa kapal yang kerap bersandar di Tersus Ilegal milik CV Juara Motor pada Selasa (5/1) pagi sudah tidak ada lagi ditempat, diduga kapal-kapal tersebut dipindahkan dari Tersus ilegal tersebut setelah diberitakan. (Agsfy)