Proyek Tanggap Darurat 28 Miliar Belum Berfungsi Sudah Ambruk

0
596
Bupati Sintang tinjau proyek pembangunan tanggul penahan banjir yang ambruk di bantaran sungai Melawi Kelurahan Ladang Kecamatan Sintang

LINTASKAPUAS | SINTANG – Proyek tanggap darurat pembangunan tanggul pengendali banjir yang terbentang di bantaran sungai Melawi sepanjang 5,3 kilometer ambruk di beberapa titik lokasi akibat luapan air hujan yang mengguyur Kota Sintang.

Akibat luapan air hujan yang menggenangi ruas jalan di wilayah pesisir pantai Kelurahan Ladang mengakibatkan terjadinya penurunan kontur tanah sehingga bangunan Geobag yang dibangun oleh tim Kementerian PUPR ambruk di beberapa titik turun hingga menyentuh sungai.

Proyek tanggap darurat pembangunan Geobag yang menelan dana anggaran sekitar 28 miliar tersebut dianggap warga masyarakat Kelurahan Ladang kurang efektif menanggulangi banjir. Justru, mempersulit masyarakat yang mau beraktivitas ke sungai.

“Sebelum program ini direalisasikan, kami masyarakat sudah menolaknya karena program ini kami anggap tidak berfungsi mencegah terjadinya banjir di Kabupaten Sintang,” ungkap salah satu warga Kelurahan Ladang, Syahroni saat ditemui wartawan di salah satu titik lokasi Bangunan Geobek yang longsor, Rabu(2/2/2022).

Syahroni mengatakan bahwa kondisi tanah di tepian sungai Melawi sangat labil. Setelah banjir, kemudian disusul kemarau panjang, tanah di tepian sungai akan pecah. Sehingga terjadi penurunan tanah. Inilah yang menjadi penyebab jalan di Kelurahan Kampung Ladang seringkali retak.

“Nah, ketika tanah di tepian sungai dibebani dengan Geobag, justru akan menjadi rawan longsor dan faktanya sekarang terjadi kan, jika sudah seperti ini kan anggarannya mubazir, sudah tak ada manfaatnya, justru merugikan masyarakat karena jalan disepanjang pantai ini akan retak,” ucapnya.

Syahroni berharap kepada pemerintah pusat agar ke depannya sebelum melakukan sebuah program pembangunan, harus terlebih dahulu melakukan kajian dan dialog dengan masyarakat yang berada di sekitar program tersebut.

“Kita tidak mengatakan bahwa program ini sia-sia, hanya saja pemerintah seharusnya terlebih dahulu melakukan kajian agar program tersebut bermanfaat bagi masyarakat, bukan malah merugikan masyarakat karena tidak ada manfaatnya juga, “pungkas Syahroni.

Bangunan tanggul penahan banjir yang ambruk sepanjang 200 meter di kelurahan Ladang Kecamatan Sintang tersebut menjadi sorotan masyarakat pasalnya foto ambruknya bangunan tersebut sangat cepat tersebar di media sosial.