DPRD Sintang Bongkar Skandal Hotel Charlie: Bom Waktu Banjir dan Pelanggaran Izin Gila-Gilaan!

0
336

LINTASKAPUAS | SINTANG – 10 Desember 2025 – Geger! DPRD Sintang nyelonong inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi pembangunan Hotel Charlie di Jalan Lintas Melawi, Kelurahan Ladang, Kecamatan Sintang. Proyek mewah ini diduga asal comot izin, bikin resah warga karena ancaman banjir dahsyat dan pelanggaran bangunan yang bikin geleng-geleng kepala!

Sidak bom waktu ini dipimpin langsung Wakil Ketua DPRD Sintang, Yohannes Rumpak, didampingi Ketua Komisi A, Santosa, plus barisan pejabat berat: Kepala Dinas Penataan Ruang dan Pertanahan, Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman, Kepala DPMPTSP, serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sintang. Rabu siang itu, mereka gelar sidang lapangan yang bongkar fakta mencengangkan.

Yohannes Rumpak tak main-main, langsung tembak dua masalah super krusial. Pertama, Hotel Charlie berdiri tegak di daerah resapan air primer! “Ini bom waktu banjir!” tegasnya.

Bangunan raksasa ini sumbat aliran air ke Dharmaputra dan kawasan Sintang Central Business District(SCBD) membuat air meluap ke pemukiman warga. Bayangkan, Dharmaputra banjir lagi gara-gara hotel pinggir jalan? Warga Kelurahan Ladang sudah was-was, air resapan diblokir total

Kedua, pelanggaran izin yang bikin geleng-geleng kepala: Izin cuma empat lantai, tapi realita lapangan? Lima setengah lantai! “Belum layak huni, bahaya!” sergah Yohannes. Tentunya Bangunan ini berlebih tidak sesuai dengan Izin PBG tentu akan rawan struktur bangunan roboh sehingga belum aman difungsikan.

Yohannes meminta OPD terkait untuk segera melakukan kaji ulang habis-habisan: layak lanjut atau digusur? Bahkan UPL-UKL nya bisa dibatalkan kalau terbukti nyimpang parah dari izin awal.

Dalam kesempatan tersebut Yohannes Rumpak juga menegaskan bahwa DPRD pro-investasi, tapi bukan asal kasih lampu hijau! “Investasi harus jaga lingkungan dan tata ruang, jangan sampai rugikan rakyat, apapun itu, Dukungan DPRD terhadap investasi selalu ada asal patuh aturan, ” ucapnya.

Yohannes juga meminta agar OPD segera melakukan evaluasi mendalam. Kalau tak layak segera distop dulu , stop total! Warga Sintang tunggu keadilan, jangan sampai hotel ini jadi monster banjir yang telan kampung halaman. Sidak ini jadi panggilan darurat buat pemerintah daerah.

Yohannes minta tim gabungan bentuk rekomendasi teknis secepatnya. “Kita lindungi Sintang dari pembangunan nakal!” janjinya.

Masyarakat Dharmaputra dan Ladang harap-harap cemas, apakah Hotel Charlie bakal jadi penyelamat ekonomi atau malapetaka lingkungan? Oleh sebab itu besar harapan seluruh masyarakat agar DPRD Sintang tidak tak tutup mata dengan yang akan terjadi dikemudian hari.