Munas XVI PB IPSI 2026: Alexander Wilyo Tegaskan Komitmen Majukan Pencak Silat Kalbar Menuju Level Dunia

0
92

LINTASKAPUAS I KETAPANG – Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kalimantan Barat, Alexander Wilyo, menghadiri langsung gelaran Musyawarah Nasional (Munas) XVI PB IPSI Tahun 2026 yang berlangsung khidmat di Jakarta Convention Center (JCC), Sabtu (11/04/2026).

Kehadiran sosok yang akrab disapa Pendekar Wira Utama ini membawa misi penguatan pembinaan atlet di daerah selaras dengan visi pusat.

Acara ini terasa istimewa karena dihadiri langsung oleh Ketua Umum PB IPSI, Prabowo Subianto, yang juga menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia.

“Kehadiran beliau dinilai menjadi suntikan moral luar biasa bagi seluruh pengurus IPSI di tingkat daerah,” kata Alex.

​Terlebih diakui Alexander Wilyo dirinya sangat bersyukur dan bangga dapat mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam forum tertinggi organisasi pencak silat tersebut.

​”Kehadiran Bapak Prabowo Subianto menjadi energi besar dan semangat baru bagi kami di daerah. Hal ini memacu kami untuk terus memperkuat pembinaan, menjaga nilai persaudaraan, serta memajukan pencak silat sebagai warisan budaya bangsa yang diakui dunia,” akunya.

​Sebagai Ketua IPSI Kalimantan Barat, ia menegaskan komitmennya untuk menyelaraskan kebijakan daerah dengan pusat. Fokus utamanya adalah memastikan pencak silat tetap dicintai generasi muda dan mampu melahirkan atlet berprestasi yang siap berlaga di kancah internasional.

​​Di sela-sela rangkaian Munas, Alexander Wilyo juga menunjukkan kedekatan dan koordinasi strategis dengan sejumlah tokoh kunci nasional yang memiliki perhatian besar terhadap olahraga bela diri ini, di antaranya:
•​Jenderal TNI Maruli Simanjuntak (KASAD) selaku Ketua Umum Pencak Silat Militer.
•​Jenderal TNI Agus Subiyanto, (Panglima TNI).
•​Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, (Kapolri).

“​Sinergi ini menegaskan bahwa pencak silat bukan sekadar olahraga, melainkan instrumen pemersatu bangsa yang didukung penuh oleh berbagai elemen institusi negara,” jelasnya.

​Alexander berharap momentum Munas XVI ini menjadi pijakan kuat bagi pencak silat untuk semakin mendunia. Ia secara optimis menyuarakan visi besar organisasi agar olahraga asli Indonesia ini segera dapat dipertandingkan di level Olimpiade.

​”Pencak silat adalah warisan bangsa dan kebanggaan dunia. Kami di Kalbar siap bekerja keras untuk memastikan prestasi kita tidak berhenti di tingkat nasional, tapi hingga ke puncak tertinggi olahraga dunia,” pungkasnya.

​(Ags)