HIPMI Kalbar Siap Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi 8% Lewat Sinergi Pengusaha Lokal

0
12
Sambutan Ketua BPD HIPMI Kalimantan Barat, Ridho Adyt Setiawan dalam acara pembukaan Rakerda, Diklatda dan Forbisda berlangsung di Hotel Alimoer Kuburaya

KUBURAYA | LINTASKAPUAS – Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Kalimantan Barat (BPD HIPMI Kalbar) menegaskan komitmennya untuk menjadi motor penggerak ekonomi daerah. HIPMI Kalbar siap bersinergi dengan pemerintah guna menyukseskan target pertumbuhan ekonomi nasional yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Ketua BPD HIPMI Kalbar, Ridho Adyt Setiawan, mengungkapkan rasa bangganya atas capaian ekonomi Kalimantan Barat yang saat ini berada di tren positif. Berdasarkan data triwulan pertama, pertumbuhan ekonomi Kalbar sukses menyentuh angka 6,14%.

“Kalimantan Barat ini menduduki peringkat kedelapan se-Indonesia (untuk pertumbuhan ekonomi). Ini berkat kinerja dari Bapak Gubernur Kalimantan Barat,” ujar Ridho Setyawan yang disambut tepuk tangan riuh para peserta Rakerda, Diklatda dan Forbisda yang berlangsung di Ball Room Hotel Alimoer Kuburaya.

Ridho menjelaskan bahwa momentum Rapat Kerja Daerah (Rakerda) HIPMI Kalbar kali ini menjadi pijakan penting untuk merealisasikan target pertumbuhan ekonomi sebesar 8%. Target tersebut selaras dengan visi Asta Cita yang diusung oleh Presiden Prabowo Subianto.

Kalimantan Barat dinilai memiliki modal yang sangat besar untuk mencapai target tersebut karena dianugerahi kekayaan sumber daya alam yang melimpah.

“Potensi Kalimantan Barat ini kan sumber daya alamnya banyak. Ada bauksit, ada macam-macamlah, ada kelapa sawit,” jelas Ridho memaparkan komoditas unggulan daerahnya.

Untuk mewujudkan target besar tersebut, Ridho mengajak seluruh pengurus daerah, senior, hingga jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang hadir untuk memberikan ruang lebih bagi pengusaha lokal. Menurutnya, keterlibatan pengusaha daerah adalah kunci perputaran ekonomi yang sehat.

“Saya berharap teman-teman di daerah bisa berkolaborasi dengan pemerintah daerah. Maksudnya, pengusaha lokal lebih diprioritaskan untuk usaha-usahanya. Seandainya pengusaha lokal itu kaya di rumahnya sendiri, pasti 70% uangnya akan berputar di daerah itu sendiri,” tegas Ridho. Perputaran uang ini diyakini akan mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kalbar secara signifikan.

Menutup sambutannya, Ridho menyampaikan optimisme yang tinggi bahwa di bawah kepemimpinan Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, angka pertumbuhan ekonomi Kalbar akan terus melonjak naik.

“Dari 6,14%, itu pasti bisa meningkat ke 8%. Insyaallah di bawah kepemimpinan Bapak Gubernur, nanti kita bisa tumbuh sampai 8%,” pungkasnya dengan penuh optimisme.