
LINTASKAPUAS.COM,SINTANG-Direktur Perkotaan Perumahan dan Permukiman Bappenas, Tri Dewi Virgiyanti mengatakan bahwa untuk membangun waterfront city di Sintang, ada beberapa hal yang harus dilakukan pemerintah daerah.
Yang pertama, kata dia, tentu harus menganalisa kawasan perkotaan, khususnya terkait masalah yang dihadapi maupun kesesuaian dengan visi misi. “Visi misi ini penting, karena akan menjadi pijakan pelaksanaaan pembangunan,” katanya.
“Apakah ingin menjadi kota wisata air? kota perkebunan atau lainnya, harus menyesuaikan visi misi itu. Intinya, dari perencanaan harus jelas dulu, aturan harus diikuti begitu pula tata ruang. Yang tak kalah penting adalah tidak merusak lingkungan,”tegasnya.
Kemudian, kata dia, yang harus dihitung adalah kemampuan APBD dan kucuran dari dari pusat. Sumber pendanaan lain juga bisa dicari, misalnya dari masyarakat, swasta maupun pinjaman. Mengingat daerah dibolehkan mengeluarkan obligasi.
“Banyak cara untuk mencari sumber pendanaan, tidak harus dari pemerintah. Jika kebutuhan anggaran diketahui, prioritas harus ditentukan. Tahun pertama membangun apa, tahun kedua membangun apa harus jelas. Sehingga targetnya bisa tercapai,” katanya.
Ia juga menilai kalau potensi Sintang sangat bagus menjadi kawasan wisata dengan dibangunnya waterfront. “Ini bisa jadi contoh bagus untuk kota lain. Apalagi, kota Sintang belum terlalu besar sehingga masih mudah untuk dikelola,” katanya.
“Tapi memang memerlukan investasi. Potensinya sangat besar, harus step by step tidak bisa sekaligus, mengingat sumber daya juga terbatas. Baik itu, keuangan, Sumber Daya Manusia (SDM), waktu dan sebagainya,” kata Tri Dewi Virgiyanti.










