
LINTASKAPUAS I KETAPANG — Menghadapi ancaman bencana kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Ketapang mengambil langkah cepat dengan membagikan masker secara rutin kepada seluruh warga binaan.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya mitigasi dan pencegahan dini terhadap potensi gangguan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Kalapas Kelas IIB Ketapang, L. Soelistyoadi, menyampaikan bahwa kegiatan pembagian masker ini merupakan komitmen pihak lapas dalam menjaga kondisi kesehatan warga binaan.
“Meski hingga saat ini belum ditemukan dampak langsung dari kabut asap terhadap kesehatan penghuni lapas, langkah pencegahan tetap diprioritaskan,” kata Kalapas, Jumat (11/09) pagi.
Guna mengoptimalkan perlindungan kesehatan tersebut, Lapas Kelas IIB Ketapang juga menyiagakan fasilitas klinik yang beroperasi selama 24 jam penuh.
“Petugas medis siap memberikan penanganan cepat jika sewaktu-waktu ada warga binaan yang mengalami keluhan kesehatan akibat perubahan cuaca ekstrem,” timpalnya.
Ia mengatakan, petugas klinik secara rutin turun ke kamar-kamar warga binaan untuk memantau kondisi kesehatan, terlebih di tengah kualitas udara yang kurang baik akibat kabut asap.
“Tidak hanya menunggu di klinik, petugas klinik juga turun langsung ke kamar-kamar tiga sampai empat kali dalam seminggu. Karena kondisinya sedang seperti ini, kita harus jemput bola,” akunya.
Selain itu, sambung dia, Lapas Kelas IIB Ketapang juga melakukan penyesuaian terhadap sejumlah kegiatan warga binaan yang berpotensi meningkatkan paparan asap, khususnya aktivitas di luar ruangan pada pagi hari.
L. Soelistyoadi menyebutkan, kegiatan olahraga pagi untuk sementara dikurangi porsinya sebagai langkah kehati-hatian.
“Kalau kegiatan pagi hari seperti olahraga, porsinya kita kurangi dulu. Daripada bernapas di tengah asap lalu jadi sakit, lebih baik distop dulu,” tambahnya.
Tak hanya ancaman kabut asap, Lapas Kelas IIB Ketapang saat ini juga dihadapkan pada kendala krisis air bersih.
Musim kemarau yang telah melanda Kabupaten Ketapang selama lebih dari dua bulan menyebabkan ketersediaan air bersih di area lapas menjadi terbatas.
Meski diperhadapkan pada berbagai tantangan cuaca ekstrem, pihak lapas terus berupaya maksimal menjaga penanganan kesehatan serta pemenuhan kebutuhan dasar bagi seluruh warga binaan.
(Ags)










