BGA Tumbuh dan Berkembang Bersama Masyarakat Bumi Kayong

0
569
Foto: Kamsen Saragih bersama jajaran BGA Group saat Diwawancarai awak Media usai kegitan Forsimas di Region 8 Nanga Tayap. (Foto Ags)

LINTASKAPUAS I KETAPANG,- PT. Bumitama Gunajaya Agro atau yang biasa disebut dengan singakatan nama BGA Group merupakan salah satu induk perusahaan yang bergerak dalam mengelola perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.

Selain memberikan kontribusi kepada negara, BGA juga berkontribusi kepada daerah dan masyarakat wilayah sekitar kebun. Yang mana hal ini terbukti di salah satu Region yakni Region 8 Nanga Tayap, dimana 71 persen karyawan yang bekerja di daerah tersebut merupakan masyarakat setempat bahkan beberapa putra daerah tersebut mendapatkan promosi menduduki jabatan strategis seperti manager dan lain sebagainya.

Selain itu, dalam perjalanannya BGA juga meluncurkan program baru yaitu Forum Silaturahmi Masyarakat (Forsimas) dimana program ini akan menjadi wadah pemersatu antara perusahaan dan masyarakat. Maka dari itu, Program Forsimas ini akan menjadi agenda rutin BGA.

Tak sampai disitu, Melalui Corporate Social Responsibility (CSR) BGA juga meluncurkan Program program seperti Pemberdayagunaan Petani sekitar yakni IGA SAWIT, Pembangunan Kebun Koperasi di Bukit Bidadari, Pemberdayaan wisata Bukit Batu Hitam, Program Penyetaraan beasiswa dan Pendidikan serta lain sebagainya.

“Tahun ini sudah kita lakukan di seluruh Group BGA, di sini (Region Nanga Tayap) yang ke empat, berikutnya di Kalimantan Tengah. Tahun depan rencananya akan dijadikan rutin,” kata Direktur Utama PT Ladang Sawit Mas (LSM) BGA Group, Kamsen Saragih belum lama ini.

Menurut Kamsen, Forsimas dapat digunakan sebagai wadah penyambung silaturrahmi antara perusahaan dengan tokoh – tokoh masyarakat, maupun masyarakat sekitar perusahaan. Tujuannya untuk menyerap aspirasi masyarakat.

“Dari aspirasi itu akan dijadikan pedoman buat kita, langkah apa yang kita lakukan untuk meredam, mungkin suasana sosial ke depan, serta untuk mendapatkan informasi yang positif,” tuturnya.

Mengenai sejumlah masukan menonjol dari Forsimas yang telah dilaksanakan BGA di empat Region, menurut Kamsen secara umum hampir sama. Misalnya seperti tenaga kerja, dan masalah koperasi

Namun, diakuinya, di Region Nanga Tayap sangat luar biasa. Sebab 71 persen atau kurang lebih 2.701 tenaga kerja di Perusahaan merupakan tenaga lokal.

“Di sini luar biasa, 71 persen dari seluruh 3.950 tenaga kerja merupakan tenaga lokal yang mana dari 71 persen itu diantaranya ada 1 orang level SGM, 1 orang Level GM, 2 orang Level Manager 5 orang Level Assiten Manager dan 10 orang Level Karyawan Profesional,” paparnya.

Lanjutnya, Sedangkan masalah koperasi, dianggap menonjol lantaran erat kaitannya dengan kemitraan. Kendati demikian, sejauh ini pihaknya telah mencapai angka di atas mandat pemerintah.

“Pada umumnya di kita mencapai kurang lebih 31 persen luas kebun masyarakat, kalau mandat pemerintah itu 20 persen, artinya kita sudah keluar atau lebih tinggi 11 persen dari mandat itu,” tukasnya.

Untuk diketahui, saat ini BGA Group menaungi 34 perusahaan yang terbagi dari 4 region di Kalimantan Barat.

(Ags)