
SINTANG-Sebagai upaya mendongkrak segala program pembangunan di pedesaan yang bernilai inovatif, serta mencari inovasi baru yang belum tergali di daerah pedesaan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa melaksnakan Bursa Inovasi Desa Tahun 2018, Rabu (3/10).
Kegiatan yang berlangsung di halaman Indoor Apang Semangai dibuka Bupati Sintang Jarot Winarno. Ia menuturkan, Pemerintah Kabupaten Sintang sudah melakukan berbagai kegiatan dan membangun berbagai sarana di daerah pedalaman maupun pedesaan. Seperti di Desa Kemantan telah memberikan dukungan dana Pembangunan PLTMH melalui dana APBD Tahun 2018.
“Di Desa Pahai Permai, ada air terjun 7 tingkat juga dibangun PLTMH. Ttermasuk dibeberapa desa lainnnya di daerah ini. Itu merupakan salah satu bentuk nyata kerja pemerintah,” katanya.
Selain itu, di Desa Baras Nabun dan Desa Ratu Damai Kecamatan Kayan Hilir sedang dibangun Jembatan gantung pangka baja program pemerintah pusat. ”Mohon Pak Kades bisa monitor kegiatan tersebut,” katanya.
Ia melanjutkan, bahwa Indonesia maju bukan karena obor yang besar di Jakarta maupun di Kabupaten kota di Indonesia. Namun karena lilin-lilin pembangunan yang ada didesa-desa. “Itulah Indonesia maju,” tegasnya.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Sintang Herkulanus Roni menjelaskan, Bursa Inovasi Desa ini merupakan program pusat yang ditetapkan melalui Keputusan Menteri(KEPMEN) Desa PDTT Nomor.83 Tahun 2017, sebagai panduan bagi para pihak dalam melaksnakan perencanaan, pelaksnaan maupun pemantauan, yang pendanaannya berasal dari International Bank For Reconstruction and Development (World Bank) atau Bank Dunia.
”Seperti meningkatkan kualitas penggunaan Dana Desa melalui kegiatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Desa yang inovatif dan peka terhadap kebutuhan masyarakat Desa, serta membangun kapasitas Desa yang mandiri, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia, telah menetapkan pedoman umum Program Inovasi Desa (PID),” katanya.










