Dinas PUTR Ketapang Gerak Cepat Bersihkan Drainase Titik Rawan Banjir

0
50
Foto: Kepala Bidang SDA Dinas PUTR Ketapang, Hendri (yang Menunjuk) saat mengecek langsung kegiatan Pembersihan Drainase. (Foto Ags)

LINTASKAPUAS I ​KETAPANG – Menanggapi keluhan masyarakat terkait sering adanya genangan air akibat saluran tersumbat, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Ketapang melalui Bidang Sumber Daya Air (SDA) melakukan aksi cepat tanggap. Langkah konkret diambil dengan melaksanakan pembersihan drainase di sejumlah titik di Kecamatan Delta Pawan, Minggu (3/4/26).

​Kepala Bidang SDA Dinas PUTR Ketapang, Hendri, turun langsung memantau proses normalisasi di Jalan Letkol M. Tohir, Kelurahan Kantor. Kawasan ini merupakan salah satu titik rawan yang kerap mengalami luapan air hingga ke badan jalan saat intensitas hujan tinggi.

Saat Dikonfirmasi, ​Hendri menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah tindak lanjut dari laporan warga mengenai mampetnya aliran air, khususnya di depan kantor kelurahan.

​“Ini merupakan respon cepat pemerintah daerah terhadap banyaknya pengaduan masyarakat. Kami ingin memastikan air tidak lagi meluber ke badan jalan,” ujar Hendri di sela-sela peninjauan.

​Ia menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar pembersihan rutin, melainkan strategi awal untuk mengembalikan fungsi optimal saluran air di kawasan perkotaan guna meminimalisir risiko banjir.

​Dalam pelaksanaannya, petugas melakukan pembersihan dan penggalian secara manual. Hendri memaparkan teknik khusus yang digunakan timnya, yakni memulai pembersihan dari arah muara menuju hulu.

​“Kami memulai dari muara ke atas. Jika dilakukan dari atas ke bawah, itu hanya akan mengurangi debit air sementara, namun aliran airnya tetap lambat. Dengan metode ini, aliran air diharapkan jauh lebih lancar,” jelas Hendri secara teknis.

​Meskipun pemerintah gencar melakukan normalisasi, Hendri menekankan bahwa masalah drainase memerlukan kerja sama lintas sektor. Ia mengajak pihak kelurahan dan masyarakat untuk aktif menjaga kebersihan lingkungan.

​“Perlu sinergi dan semangat gotong royong. Penanganan banjir tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah, tapi merupakan tanggung jawab kita bersama,” tambahnya.

Terlebih Hendri mengakui, ​Kegiatan ini dilaksanakan sesuai dengan instruksi Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, yang menekankan pentingnya pelayanan infrastruktur yang cepat, tepat sasaran, dan berdampak langsung pada kenyamanan masyarakat.

(Ags)