
LINTASKAPUAS.COM-SINTANG, Selain memberikan kontribusi besar terhadap pendapatan Nasional. Ternyata, PT. Djarum juga komitmen untuk memajukan dunia pendidikan negeri ini melalu Program – Progam unggulannya sebagai “Bakti Pada Negeri”yang dijalankan oleh Djarum Foundation.
Program Bakti Pada Negeri bidang pendidikan yang dilakukan oleh PT Djarum adalah menjadikan sejumlah sekolah menjadi Sekolah binaan Djarum Fondation, Salah satu diantaranya SMK Raden Umar Said Kudus yang lebih di kenal dengan nama SMK Grafika, kini menjadi salah satu sekolah rujukan karena memiliki spesialisasi masing-masing Fasilitas lengkap berbasis teknologi Canggih serta dengan keunggulannya.
Selain SMK Raden Umar Said Kudus, masih ada 14 Sekolah yang menjadi Sekolah Binaan Djarum Foundation, yakni SMK Muhammadiyah, SMK Negeri 1 Kudus, SMK Negeri 3 Kudus, SMK Assa’idiyyah, SMK Assa’idiyyah 2, SMK Duta Karya, MK K Nusantara, SMK Lemuria, SMK Negeri 1, SMK NU Banat, SMK Wisudha Karya, SMK NU Ma’arif, SMK PGRI 1, SMK PGRI 2 dan SMK Taman Siswa Kudus.
Salah satu perwakilan dari Media LINTASKAPUAS.COM mendapatkan kesempatan berkunjung langsung ke SMK Raden Umar Said Kudus bersama dengan ratusan awak media dalam rangkaian kegiatan Cultural Visit Media Gathering 2018 yang diselenggarakan oleh PT. Djarum yang berlangsung sejak tanggal 8-12 Juli 2018 lalu.
Memasuki Sekolah Menengah Kejuruan(SMK) Binaan Djarum Foundation tersebut cukup membuat sejumlah awak media tercengang kagum karena belum percaya dengan apa yang ada didepan mata, berbagai Fasilitas dengan tehnologi canggih berbasis internasional cukup memanjakan mata untuk menikmatinya serta interior ruangan yang membuat awak media betah didalamnya.
Kunjugan para awak media ke SMK Raden Umar Said Kudus dipandu langsung salah satu tenaga pendidik disekolah tersebut seraya mengajak para awak media berkeliling. Pertama, para awak media masuk Studio dimana ruangan tersebut dijadikan sebagai ruangan design grafis pembuatan Film Animasi 3D yang dilengkapi dengan fasilitasnya mulai dari Komputer, Tablet Grafis dan Printer Animasi 3d. Tampak sejumlah animator tengah seirus menggambar Animasi dalam computer cukup menjadi tontonan bagi para awak media.
Selain itu, para awak media juga disungguhi sejumlah fasilitas lainnya, seperti ruangan produksi dimana Animasi yang sudah dikerjakan para animator dilanjutkan dengan menggambar sejumlah potongan mulai dari muka dan bagian lainnya yang dikerjakan secara manual.
Ternyata, tidak hanya sampai disitu, para awak media melanjutkan kelilingnya menuju lantai dua, teryata tak kalah indah, ruang santai para siswa cukup klasik dan unik karena kursi yang tersedia terbuat dari sepeda motor Vespa tahun 70-an bersebelahan dengan kursi VIP Pesawat.
Memasuki studio pertama, teryata dijadikan sebagai ruang belajar berbentuk tribun satdion. Tidak hanya itu bangunan dilantai dua tersebut juga dilengkapi dengan Fasilitas Games, Ruang Fotography dan ruang santai.
Program Director Djarum Bakti Pendidikan Primadi H Serad mengatakan, SMK Raden Umar Said Kudus merupakan salah satu sekolah menengah kejuruan yang masuk dalam Kelompok Teknologi dan Rekayasa, Program Studi Keahlian Teknik Grafika, kompetensi keahlian Persiapan Grafika dan Produksi Grafika yang meluluskan siswa-siswinya yang kompeten dibidang grafika untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja bagi Dunia Usaha/Dunia Industri (DU/DI) percetakan.
“selain itu, lulusan SMK ini akan memiliki kesempatan untuk berwirausaha dengan membuka usaha percetakan, sablon, advertising, layouter, jasa setting, foto copy dan penjilidan, dan lain-lainnya, “jelas Primadi.
Ia juga mengatakan sudah banyak generasi Penerus Bangsa berprestasi hingga tingkat internasional yang dicetak melalui sekolah Binaan Djarum Foundation dan siap bersaing dalam dunia kerja yang seba digital saat ini.
Sebagaimana diketahui bahwa saat ini SMK Raden Umar Said Kudus sudah memiliki pendapatan sendiri hasil dari karya animasi yang diciptakan. “meski baru berjalan tujuh(7) tahun namun karya animasi yang diciptakan oleh siswa sudah bisa diterima oleh kalangan industry. Bahkan Sekolah ini sudah bisa menjual hasil karya animasi ini dengan pendapatan lebih kurang 500 juta setiap bulannya, “pungkas Primadi.










