
LINTASKAPUAS I KETAPANG – Rumah Adat Jawa (Joglo) Kabupaten Ketapang yang terletak di Jalan Lingkar Kota, Kelurahan Sukaharja Kecamatan Delta Pawan kerap kemalingan. Sejumlah fasilitas milik Rumah Adat hilang digondol maling.
Ketua Paguyugan Jawa Kabupaten Ketapang, Achmad Sholeh, Saat dikonfirmasi membenarkan adanya aksi pencurian di rumah adat yang merupakan satu diantara situs dan ikon budaya yang ada di Ketapang.
“Benar, ada pencurian lagi, Sabtu kemarin baru diketahui bahwa kabel-kabel instalasi listrik rumah adat telah hilang,” ujarnya, Minggu (27/6).
Diakui Sholeh, kalau pencurian di rumah adat jawa Ketapang bukan baru ini saja terjadi, sebelumnya telah terjadi dua kali aksi pencurian di rumah adat yang saat ini masih belum selesai proses pembangunannya.
“Sebelumnya sekitar 3 bulan lalu yang dicuri lampu solar cell yang berada di depan rumah adat, kemudian 6 bulan lalu pintu rumah adat yang terbuat dari kayu belian juga hilang dicuri,” jelasnya.
Sholeh sangat menyayangkan atas terjadinya aksi pencurian ini, meskipun rumah adat tersebut belum rampung lantaran terkendala anggaran yang terbatas, namun dikatakannya rumah adat tersebut rutin digunakan pihak paguyuban jawa Ketapang untuk berbagai kegiatan budaya termasuk silaturahmi antar sesama.
“Tentu aksi pencurian ini merugikan pihaknya dan juga daerah karena rumah adat ini merupakan aset daerah. Untuk itu, kita berharap pelaku bisa tertangkap dan kejadian ini tidak terulang lagi,” harapnya.
Selain itu, Sholeh juga meminta, ke depan semoga pihak Pemerintah Daerah (Pemda) dapat segera menyelesaikan pembangunan rumah adat jawa Ketapang agar dapat benar-benar digunakan untuk aktivitas kebudayaan sehingga rumah adat dapat dijaga dengan lebih baik.
“Kita minta Pemda segera menyelesaikan pembangunan-pembangunan rumah adat yang saat ini masih belum rampung, termasuk rumah adat jawa,” mintanya.
Tak hanya itu, Sholeh juga meminta aparat terkait seperti Polisi dan khususnya Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Ketapang untuk dapat melakukan patroli rutin di jalur rumah adat tersebut lantaran rumah adat selain menjadi sasaran pencurian juga dapat menjadi tempat untuk oknum terkait melakukan hal-hal negatif.
“Karena kami menduga tempat ini dijadikan lokasi ngelem dan mungkin hal negatif lainnya. Jadi kita minta Satpol PP pro aktif melakukan patroli jangan cuma sebatas menjaga pos atau trotoar atau cuma mengawal kendaraan tapi harus inisiatif melakukan patroli,” tukasnya. (Agsfy)










